Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia siang ini melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian ESDM sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan agenda strategis sektor energi serta mineral nasional.
Laporan reporter ruangenergi.com Destian Anugrah Ramadhan melaporkan suasana pelantikan yang berlangsung di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, itu diwarnai penempatan sejumlah pejabat pada posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan migas, mineral dan batubara, energi baru terbarukan, hingga transformasi digital kementerian.
Dalam daftar pejabat yang dilantik, nama Dr. Erick Hutrindo dipercaya menjabat Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Posisi ini dinilai penting di tengah dorongan digitalisasi layanan dan integrasi data sektor energi nasional.
Sementara itu, Joko Hadi Wibowo dilantik sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Penempatan ini menjadi sorotan karena sektor migas tengah menghadapi tantangan peningkatan produksi nasional sekaligus tuntutan penerapan standar lingkungan yang semakin ketat.
Di sektor minerba, Totoh Abdul Fatah dipercaya menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, sedangkan Dr. Asep Kurnia Permana mendapat amanah sebagai Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara.
Perombakan juga terjadi di sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi. Dr. Ir. Hendra Iswahyudi dilantik sebagai Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, sementara Dr. Priatin Hadi Wijaya dipercaya menjabat Direktur Panas Bumi.
Nama Noor Arifin Muhammad kini mengisi posisi Direktur Bioenergi, sedangkan Gigih Udi Atmo dilantik sebagai Direktur Konservasi Energi. Adapun Tony Susandy dipercaya sebagai Direktur Energi Terbarukan.
Langkah Bahlil melakukan rotasi dan promosi pejabat ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin birokrasi ESDM di tengah besarnya target pemerintah, mulai dari hilirisasi mineral, peningkatan lifting migas, pengembangan panas bumi, hingga percepatan transisi energi menuju target net zero emission.
Selain itu, penguatan jajaran teknis di sektor EBT dinilai penting karena pemerintah saat ini tengah mendorong investasi besar-besaran pada proyek energi bersih, termasuk bioenergi, tenaga surya, dan panas bumi.
Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat eselon I dan jajaran internal Kementerian ESDM. Bahlil dalam arahannya menekankan pentingnya kerja cepat, profesionalisme, dan keberanian mengambil terobosan untuk mendukung ketahanan energi nasional serta peningkatan investasi sektor ESDM.

