Balikpapan Jadi Titik Refleksi Sejarah, Dubes Australia Hadiri ANZAC Day 2026 Bersama PHKT

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com-Peringatan ANZAC Day 2026 berlangsung khidmat di Kompleks Pasir Ridge, Balikpapan, dengan kehadiran Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Kegiatan yang difasilitasi oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur ini menjadi simbol kuat hubungan historis dan persahabatan antara Indonesia dan Australia.

Upacara Dawn Service yang digelar pada 25 April tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, TNI, SKK Migas, hingga jajaran Pemerintah Kota Balikpapan. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga pengingat kolektif atas nilai-nilai keberanian dan pengorbanan yang melintasi batas negara.  

ANZAC Day sendiri merupakan hari nasional di Australia dan Selandia Baru untuk mengenang pendaratan pasukan Australian and New Zealand Army Corps di Gallipoli pada 1915. Namun di Balikpapan, peringatan ini memiliki dimensi sejarah tersendiri. Sebanyak 229 prajurit Australia gugur dalam Operasi Oboe Two pada Juli 1945, saat sekutu merebut kembali wilayah ini dari pendudukan Jepang.  

General Manager PHKT, Darmapala, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga nilai sejarah sekaligus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan. Ia menyebut keterlibatan PHKT sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pelestarian kawasan bersejarah di Balikpapan.

Sementara itu, Dubes Australia Rod Brazier menekankan bahwa ANZAC Day bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga merawat nilai universal seperti keberanian, ketahanan, dan persahabatan yang terus menghubungkan kedua bangsa.

Upacara berlangsung di kawasan bersejarah dengan latar Monumen Tank Matilda—simbol penting dari pertempuran 1945. Prosesi penghormatan dan peletakan karangan bunga menjadi penutup rangkaian acara yang sarat makna.

Melalui peringatan ini, pesan “Lest We Forget” kembali digaungkan—sebuah pengingat bahwa kebebasan dan perdamaian hari ini dibangun dari pengorbanan besar di masa lalu.  

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia, PHKT terus berupaya menjalankan operasi hulu migas berbasis prinsip ESG, sekaligus mendukung keberlanjutan energi nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.