Berkat Program Electrifying Agriculture, Petani Wonogiri Hemat 60 Persen Biaya Operasional

Sukoharjo, ruangenergiAda senyum bahagia memancar di wajah Joko Tarsono, petani Dusun Mampang, Desa Boto dan Kasmin dari Dusun Pulorejo. Kedua petani asal Wonogiri ini  merasakan benar manfaat program electrifying agriculture PLN dalam mendukung aktivitas pertanian mereka. Mulai dari penghematan operasional, efisiensi dan meningkatnya produktivitas hasil pertanian mereka.

Joko menuturkan, dengan memanfaatkan program electrifying agricultur ini dia dapat melakukan penghematan biaya operasionalnya. Sebelumnya untuk mengaliri air sawahnya, dia memakai genset. Setiap hari, Joko harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 102.000 per hari.

“Setelah pindah ke listrik biaya operasional turun banyak. Saya bisa berhemat sekitar 60% setiap harinya,” ungkap Joko.

Sementara itu, Kasmin yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur, merasa senang dengan adanya program PLN ini. Dia mengaku dapat menghemat biaya operasional lumayan besar untuk mengaliri sawahnya. Tak hanya itu, pekerjaan pun menjadi lebih produktif sehingga hasilnya pun lebih maksimal.

Dia membandingkan  sebelum dan sesudah memakai listrik PLN untuk  mengaliri sawahnya. Biasanya sehari semalam membutuhkan biaya Rp 170 ribu untuk genset. Namun  setelah memakai listrik PLN hanya habis Rp 55 per hari.

“Tentu saja ini sangat membantu kami para petani. Semoga dengan hadirnya listrik di sawah kami, hasil tani kami terus bisa melimpah ruah,” papar Kasmin.

Electrifying agriculture merupakan salah satu bagian dari semangat transformasi PLN untuk meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau, dan andal untuk berbagai kalangan masyarakat khusus di bidang pertanian.

“Program ini ditujukan untuk membantu petani mengembangkan usahanya agar lebih maju dan sejahtera. Kami senang melihat keberhasilan petani dalam mengelola sawah mereka dengan memakai listrik PLN,” jelas General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta, M. Irwansyah Putra.

Selain penghematan biaya produksi, lanjut Irwansyah, pasokan listrik PLN yang andal akan membantu meningkatkan produksi gabah para petani. Hal ini tentunya akan meningkatkan pendapatan para petani.

BACA JUGA  SUTT 150 kV Rengat – Tembilahan Beroperasi, PLN Hemat Rp 121,73 Miliar per Tahun

Hingga saat ini, sebanyak 154 pelaku sektor pertanian di wilayah kerja PLN UP3 Sukoharjo telah mengikuti program electrifying agriculture. Para petani ini pun sudah  merasakan langsung manfaat baik listrik PLN.

“Produktivitas di lahan petani terus meningkat dengan dukungan layanan kelistrikan PLN yang optimal. PLN berharap kedepannya semakin banyak pelaku sektor pertanian yang akan beralih ke mesin berbasis listrik,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *