Bidik Lonjakan Aktivitas Migas, Elnusa Gelontorkan Investasi Strategis di Hulu

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Elnusa kembali menginjak pedal gas. Anak usaha Pertamina Hulu Energi ini mempertebal investasi strategis di bisnis jasa hulu migas hingga Mei 2026 sebagai langkah agresif menangkap momentum kebangkitan sektor energi nasional.

Di tengah meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi migas di berbagai wilayah Indonesia, Elnusa memilih memperkuat fondasi bisnisnya lewat belanja modal yang terarah: mulai dari teknologi survei laut, intervensi sumur, cementing, hingga logging bawah permukaan.

Langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa. Elnusa tengah menyiapkan diri untuk menjadi pemain yang semakin dominan di tengah geliat proyek-proyek migas nasional yang makin masif.

Pada lini Marine Site Survey (MSS), Elnusa memperkuat layanan survei topografi dan positioning dengan investasi peralatan navigasi canggih. Teknologi seperti Differential Global Navigation Satellite System (DGNSS), Side Scan Sonar, hingga Marine Magnetometer kini menjadi amunisi baru perusahaan untuk meningkatkan akurasi survei offshore.

Peralatan ini sangat krusial untuk mendukung aktivitas rig moving, pengembangan lapangan, hingga eksplorasi migas lepas pantai yang saat ini mulai bergeliat.

Tak berhenti di sana, pada lini Pressure & Pumping Services (PPS), Elnusa menambah armada Coiled Tubing Unit generasi baru dengan teknologi monitoring dan modelling terkini. Investasi ini menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan well intervention dan workover di lapangan-lapangan migas yang sudah berproduksi.

Selain itu, Elnusa juga memperkuat layanan cementing dengan unit generasi terbaru yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang.

Di sektor survei non-seismik, perusahaan juga menanamkan investasi pada teknologi Passive Geobit C100 untuk memperdalam kemampuan monitoring bawah permukaan. Sementara untuk menjaga kesinambungan layanan offshore, Elnusa memperkuat armada Electric Wireline Logging (EWL) yang menjadi tulang punggung layanan cased hole workover.

Direktur Pengembangan Usaha Arief Prasetyo Handoyo menegaskan bahwa investasi ini bukan sekadar penambahan aset, tetapi strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing.

“Investasi yang kami lakukan bukan semata penambahan aset, tetapi langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas, meningkatkan produktivitas, dan menangkap peluang pertumbuhan di sektor hulu migas,” ujar Arief.

Menurutnya, dengan investasi yang lebih disiplin, selektif, dan berbasis kebutuhan pasar, Elnusa optimistis dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun, Elnusa kini memperlihatkan sinyal kuat bahwa perseroan tidak ingin hanya menjadi pemain pendukung, tetapi ingin mengambil posisi lebih strategis dalam rantai nilai industri energi nasional.

Di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan produksi migas nasional dan menjaga ketahanan energi, langkah Elnusa ini menjadi penanda bahwa sektor jasa penunjang hulu migas masih menyimpan peluang besar—dan Elnusa siap berada di garis depan.