Booth MINERALive MIND ID Diserbu Pengunjung di INVIROTECH 2026, Teknologi Maggot Jadi Magnet Utama

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com— Area booth MINERALive milik MIND ID menjadi salah satu titik paling ramai selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/6). Sejak pagi, booth ini terus dipadati pengunjung yang penasaran melihat langsung inovasi pengelolaan sampah terintegrasi yang dipamerkan.

Di bawah instalasi langit-langit berbentuk awan yang membentang menaungi seluruh area, suasana booth tampak hidup. Puluhan pengunjung berkerumun; sebagian sibuk mengabadikan momen dengan ponsel, sementara lainnya rela mengantre untuk menyaksikan lebih dekat beragam teknologi pengolahan limbah yang dipamerkan.

Bukan tanpa alasan. Booth MINERALive menghadirkan konsep yang berbeda dari pameran kebanyakan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pengolahan sampah organik berbasis maggot, yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses penguraian limbah organik secara alami dan efisien.

Tak hanya itu, MIND ID juga menampilkan demonstrasi pengelolaan sampah plastik hingga pemanfaatan teknologi 3D printer yang mampu mengubah limbah nonorganik menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Bagi banyak pengunjung, pengalaman ini bukan sekadar tontonan, melainkan sumber inspirasi.

Salah satunya datang dari Dwi Agus, praktisi Bank Sampah Induk asal Bekasi. Ia mengaku sengaja datang untuk mencari ide baru dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah di komunitasnya.

“Jadi lumayan inspiratif bagi saya, supaya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini,” ujar Dwi Agus.

Menurutnya, sebagian teknologi yang dipamerkan sebenarnya sudah mulai diterapkan di lingkungannya, terutama pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Namun, melihat penerapan yang lebih terintegrasi dan modern di booth MINERALive memberinya gambaran lebih luas tentang potensi pengembangan ke depan.

Kehadiran booth MINERALive di INVIROTECH 2026 menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tak lagi sekadar isu lingkungan, melainkan juga ruang inovasi yang membuka peluang ekonomi baru. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan, pendekatan edukatif dan interaktif seperti ini dinilai mampu menjembatani teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.