pipa gas baru

BPH Migas Identifikasikan Supply dan Demand Gas Sesuai Format Bappenas

Jakarta,RuangEnergi.comBadan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) sedang lakukan identifikasi supply dan demand gas sesuai format Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

BPH Migas akan usulkan strantegi jangka pendek dan menengah. Itu sebabnya, badan tersebut minta support dari ESDM, SKK Migas terkait pasokan gas moda LNG untuk jangka pendek menengah termasuk kemungkinan membangun LNG receiving terminal di beberapa titik strategis dengan dana APBN.

jugi prajogio

“Ada beberapa kendala saat ini yakni pasokan gas serta demand gas yang relatif belum besar. Itu sebabnya,kami menyiapkan solusi jangka pendek dan menengah :
– pasokan : gunakan moda LNG ex Bontang (apalagi turunnya permintaan LNG dari Jepang)
– demand : kawasan-kawasan industri di Kaltim, Kalsel dan Kalbar termasuk PLN.Jangka panjang :
– setelah demand tumbuh besar, maka keekonomian pipa akan membaik dan  saatnya pakai konsep gas pipa,” jelas Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio kepada ruangenergi.com,Rabu (07/10/2020) di Jakarta.

Jugi bercerita,untuk pipa ruas Kalbar-Kalteng-Kalsel sudah dilelang namun belum ada pemenang. Sedangkan untuk ruas Kaltim-Kalsel sudah ada pemenang yakni Bakrie and Brothers (BnBR)

Jugi mengusulkan agar moda LNG diperlukan untuk menumbuh kembangkan demand gas termasuk PLN di titik tersebut.

BACA JUGA  Konsisten Terapkan Aspek Keselamatan Kerja, Pertamina Raih Penghargaan

Dalam catatan ruangenergi.com,Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengultimatum PT‎ Bakrie & brothers Tbk dan PT Rekayasa Industri  (Persero) atau Rekind. Dalam ultimatum tersebut, BPH Migas meminta kepada kedua perusahaan tersebut untuk segera membangun ruas pipa yang telah dimenangkan.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, ‎BPH Migas telah memanggil petinggi Bakrie & brothers dan Rekind. BPH Migas juga telah memberikan catatan kepada dua perusahaan tersebut.

“Bakrie dan ‎Rekayasa Industri itu sudah dipanggil BPH Migas beberapa kali dan keduanya sudah kami buatkan notulen,” kata Fanshurullah, di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Fanshurullah mengungkapkan, Bakrie & Brothers memenangkan lelang pembangunan ruas pipa Kalimantan ‎- Jawa (Kalija) pada 2006. Tapi sampai saat ini, perusahaan tersebut belum juga memulai pembangunan pipa yang telah dimenangkan tersebut.

BPH Migas pun meminta Bakrie & Brothers berkomitmen memulai pembangunan ruas yang terbentang sepanjang 1.115 kilometer (km), dari Bontang Kalimantan Timur sampai Jawa Tengah pada tahun ini.

“Bakrie itu sudah kami panggil beberapa kali. Kami minta untuk memberikan komitmen pada 2018 ini bisa segera dibangun,” kata Fanshurullah Rabu (10/1/2018).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *