Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan kabar menggembirakan terkait percepatan kegiatan hulu migas nasional. Dalam koordinasi tingkat tinggi pagi ini, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara selaku Menteri Transmigrasi menyatakan persetujuan resmi terhadap rencana pemboran di kawasan transmigrasi.
Kesepakatan strategis tersebut ditandatangani langsung antara Kepala SKK Migas dan Menteri Transmigrasi, membuka jalan bagi dimulainya kegiatan pengeboran oleh Pertamina pada Juni 2026 mendatang.
Menurut laporan resmi Djoko Siswanto, seperti di ceritakan kepada ruangenergi.com, wilayah yang akan dikembangkan tersebut menyimpan potensi sumber daya yang signifikan, yakni sekitar 1 juta barel minyak dan 11,64 miliar kaki kubik (BCF) gas.
Lebih dari sekadar angka cadangan, proyek ini dinilai memiliki dampak multiplikasi yang kuat bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
“Kegiatan hulu migas ini tidak hanya meningkatkan produksi nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Djoko dalam laporannya.
Sejumlah nilai tambah yang diharapkan antara lain:
- Pemanfaatan energi migas bagi kebutuhan masyarakat setempat, khususnya para transmigran
- Pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung distribusi hasil perkebunan dan aktivitas ekonomi
- Tumbuhnya fasilitas sosial seperti tempat ibadah serta ekosistem ekonomi baru di sekitar wilayah operasi
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yang menegaskan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Sinergi antara pemerintah dan BUMN energi ini mempertegas komitmen dalam mendorong peningkatan lifting migas nasional, sekaligus memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
“SKK Migas dan Pertamina, bersama kita bisa. Lifting naik, bisa, bisa, bisa,” tutup Djoko Siswanto dengan penuh optimisme.


