BUMD MEA dan Pertagas Siap Pasok Gas Untuk Program MLIN

Jakarta, Ruangenergi.comMaluku Energi Abadi (MEA) selaku BUMD yang ditunjuk Gubernur Maluku, Murad Ismail sebagai pengelola hak PI 10% Blok Seram Non Bula bersama PT Pertamina Gas, menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan gas bagi program strategis nasional Maluku Lumbung Ikan Nasional (MLIN).

Menurut Direktur MEA Musalam Latuconsina, Maluku selama ini kurang mendapatkan perhatian dan tidak punya daya saing, namun kini sudah saatnya untuk bangkit dan melawan ketertinggalan.

“Gubernur Maluku telah menabuh genderang perlawanan dengan melaunching program 500 MW dari katong par katong pada Maret lalu yang merupakan aksi nyata mewujudkan program listrik untuk semua di Maluku,” kata Musalam.

Hal ini disampaikan Musalam saat Rapat Koordinasi daring yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), bersama seluruh stakeholder terkait seperti Kementerian Kelautan, Kementerian ESDM, Pertamina, dan unsur Pemprov. Maluku seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas ESDM, serta Bappeda, pekan lalu.

Menurut Musalam, program tersebut sangat mungkin diwujudkan mengingat temuan potensi cadangan gas 1,6 hingga 3,2 TCF gas di lapangan Lofin yang dikelola Kontraktor Citic Seram Energy untuk mensuplai gas bagi 500 MW pembangkit mesin gas milik PLN yang hingga saat ini belum juga mendapatkan kepastian pasokan gas.

“Potensi tersebut dapat dimaksimalkan menjadi energi listrik setara hingga 1,2 GW yang tidak akan habis dikonsumsi oleh Maluku,” ujarnya.

Sementara VP Business Development PT Pertamina Gas, Agung Indri Pramantyo menyatakan, pihaknya telah menyiapkan dua tahap grand konsep monetisasi gas Lofin untuk mendukung program Gubernur Murad Ismail di Maluku.

“Kerjasama Pertagas dan MEA dalam pengembangan gas Lofin telah melalui milestone yang cukup intens sejak awal tahun ini,” ujarnya.

“Bahkan pada tanggal 13 hingga 20 Juni kemarin telah menugaskan tim pengembangan bisnis Pertagas untuk melakukan kunjungan dan survei lapangan ke Lofin dan sekitarnya,” tambah dia.

Selain itu jelas Agung, pihaknya dan MEA akan berbagi peran untuk mendukung pasokan gas bagi program strategis nasional Maluku Lumbung Ikan Nasional melalui skema Mini LNG Plant.

“Pasokan tersebut ditargetkan terealisasi pada kuartal kedua tahun depan jika SKK Migas menyetujui percepatan rencana monetisasi gas Lofin melalui skema Plan Of Dvelopment atau Put On Production (POD/POP),” pungkasnya.

Sementara Dedy Miharja, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Menko Marves menyebut rencana MEA dan Pertagas tersebut merupakan rencana aksi kongkrit.

“Ini rencana konkrit yang harus didukung. Apalagi raw materialnya sudah ada dan siapĀ  dimanfaatkan secara bersamaan pada saat MLIN direncanakan beroperasi pada 2024 nanti,” katanya.(SF)

BACA JUGA  Gas dari Corridor Sudah Mengalir Kembali ke Pusri dan Pertagas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *