Catat Ya, PGN Tbk Tebar Dividen Jumbo Rp3 Triliun, Sinyal Optimisme Bisnis Gas Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali memanjakan pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Subholding Gas Pertamina itu menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$172,29 juta atau sekitar Rp3,04 triliun.

Nilai tersebut setara 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$215,36 juta. Dengan kurs tengah Bank Indonesia Rp17.673 per dolar AS, keputusan ini sekaligus menegaskan konsistensi PGN mempertahankan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) yang tinggi di tengah dinamika industri energi global.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan keputusan mempertahankan DPR 80 persen bukan sekadar pembagian keuntungan, melainkan cerminan optimisme perseroan terhadap fundamental bisnis dan kekuatan arus kas perusahaan.

“Rasio pembayaran dividen sebesar 80 persen mencerminkan keyakinan Perseroan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN,” ujar Fajriyah di Jakarta, Senin (26/5).

Di tengah tekanan dan ketidakpastian pasar energi dunia, PGN memilih menjaga keseimbangan antara memberi imbal hasil menarik kepada investor dan memastikan ruang pertumbuhan bisnis jangka panjang tetap terjaga. Strategi itu dinilai penting mengingat kebutuhan investasi sektor gas bumi nasional masih sangat besar.

PGN melihat prospek bisnis gas bumi domestik masih menjanjikan, terutama seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan posisi gas bumi sebagai energi transisi menuju target dekarbonisasi.

Sebagai pemain utama gas bumi nasional, PGN saat ini mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi hilir Indonesia dan menguasai lebih dari 90 persen pasar niaga gas bumi nasional. Perseroan juga terus memperkuat pengelolaan portofolio gas berbasis pipa maupun LNG secara adaptif agar tetap kompetitif dan efisien.

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST PGN juga menetapkan sejumlah agenda strategis lainnya, mulai dari penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, penunjukan auditor, hingga penguatan tata kelola dan pengembangan bisnis perusahaan.

Fajriyah menegaskan PGN akan tetap menjalankan strategi pertumbuhan secara hati-hati namun agresif dalam menciptakan nilai tambah jangka panjang.

“PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” katanya.

Keputusan mempertahankan dividen tinggi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa PGN masih percaya diri menghadapi tantangan sektor energi, sembari memperkuat perannya sebagai tulang punggung transisi energi nasional.