COR Resmikan PLTS Hybrid Off-Grid di Tambang Nikel Morowali Utara

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Morowali Utara, Sulteng, ruangenergi.com– PT Central Omega Resources Tbk (COR), perusahaan tambang nikel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham DKFT, mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid off-grid di area pertambangannya di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Kamis (1/10/2026).

Dalam siaran pers yang diterima ruangenergi.com, proyek tersebut dikembangkan bersama PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai developer sekaligus mitra teknis. Dengan peresmian ini, COR menjadi perusahaan tambang nikel pertama di Morowali Utara yang menggunakan PLTS hybrid off-grid.

Sistem PLTS tersebut menghasilkan 404.230 kWh energi bersih per tahun, yang menggantikan sebagian kebutuhan energi berbasis fosil di operasional tambang COR. Capaian itu setara dengan penurunan emisi karbon dioksida (CO₂) sebesar 343.595,5 kg per tahun, atau daya serap karbon dari 3.902 pohon. Sistem ini juga mengurangi penggunaan batu bara hingga 272 kg. Energi yang dihasilkan setara dengan kebutuhan pengisian daya 5.630 unit kendaraan listrik.

COR beroperasi di kawasan dengan akses jaringan listrik nasional yang terbatas. Skema hybrid yang dikembangkan bersama Xurya memadukan PLTS dengan sistem pembangkit eksisting. Sistem ini dirancang beroperasi tanpa mengganggu kontinuitas produksi sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar fosil.

Direktur COR, Andi Jaya, mengatakan implementasi PLTS membuktikan bahwa energi terbarukan dapat diterapkan secara nyata di operasional pertambangan. “Kehadiran PLTS membantu COR menjadi lebih mandiri energi, dan oleh karena itu mendukung kegiatan pertambangan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap langkah ini mendorong pelaku tambang lain untuk mulai menerapkan PLTS.

Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyatakan daerahnya memiliki potensi radiasi matahari yang tinggi. Ia menyebut hal itu sejalan dengan arahan Presiden untuk mengembangkan energi surya hingga 100 GW. “Langkah COR ini seyogyanya menjadi contoh bagi sektor pertambangan di daerah untuk turut mengambil bagian dalam transisi energi,” katanya. Pemerintah daerah, menurutnya, juga tengah mendorong pengembangan PLTS di wilayah tersebut.

Managing Director Xurya, Eka Himawan, mengatakan proyek ini menunjukkan bahwa PLTS dapat diintegrasikan untuk industri yang membutuhkan keandalan pasokan energi, terutama di wilayah dengan keterbatasan jaringan listrik. “PLTS dapat dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasional pertambangan, tanpa mengesampingkan keandalan pasokan energi,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan peran energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional dan rantai industri hilirisasi mineral, termasuk nikel, sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Di sisi lain, industri kendaraan listrik dan baterai global menuntut jejak karbon yang lebih rendah pada rantai pasok nikel.