Danantara Kawal Ekosistem Baterai Terintegrasi MIND ID di Karawang

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Karawang, ruangenergi.com — Indonesia semakin serius menancapkan posisinya dalam peta industri kendaraan listrik global. Melalui proyek strategis pembangunan ekosistem baterai terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, negara tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga tengah menyiapkan fondasi industri masa depan yang berbasis teknologi tinggi dan bernilai tambah besar.

Di balik proyek tersebut, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, terus mempercepat pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Langkah ini menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi nasional yang dicanangkan pemerintah untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi produk industri bernilai tinggi.

Sebagai ujung tombak pengembangan, MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) menggandeng raksasa baterai dunia asal Tiongkok, CATL, bersama Brunp dan Lygend dalam konsorsium CBL untuk membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Kolaborasi ini menjadi salah satu investasi terbesar di sektor baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Momentum penting ditandai dalam seremoni First Incoming Equipment to Cell yang berlangsung pada Januari 2026. Acara tersebut menandai masuknya peralatan utama produksi ke fasilitas manufaktur baterai yang sedang dibangun di Karawang. Kehadiran peralatan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin dekat menuju era produksi baterai kendaraan listrik skala global.

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas industri. Menurutnya, Indonesia sedang membangun penguasaan teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus menciptakan integrasi industri kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Lebih dari itu, pada kesempatan yang sama MIND ID, PT IBI, dan CATL juga menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama riset dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik. Kerja sama ini diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri energi masa depan sekaligus mempersiapkan peluncuran komersial penuh rantai nilai baterai terintegrasi pada tahun 2028.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyebut kolaborasi strategis tersebut sebagai jembatan penting dalam mewujudkan hilirisasi mineral Indonesia. Menurutnya, sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia harus menjadi penggerak pembangunan industri masa depan, bukan lagi sekadar komoditas ekspor mentah.

Saat ini CATIB tengah membangun fasilitas produksi baterai sel, modul, dan paket baterai di kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, dengan luas mencapai 43 hektare. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 6,9 GWh dan akan ditingkatkan hingga 15 GWh pada fase berikutnya. Kapasitas tersebut cukup untuk memasok kebutuhan ratusan ribu kendaraan listrik setiap tahun.

Salah satu fasilitas utama, yakni module & pack plant, telah selesai dibangun dan pemasangan peralatan manufakturnya rampung pada Januari 2026. Sementara itu, pembangunan cell plant masih terus berlangsung untuk memproduksi sel baterai yang menjadi komponen inti kendaraan listrik.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas produksi baterai terintegrasi ini akan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Kehadirannya diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah nikel dan mineral strategis Indonesia, tetapi juga memperkuat kandungan lokal kendaraan listrik nasional serta membuka peluang lahirnya pusat teknologi baterai terbesar di Asia Tenggara.

Dengan proyek ini, Indonesia tidak lagi sekadar bercita-cita menjadi pemain industri kendaraan listrik dunia. Karawang kini sedang disiapkan untuk menjadi salah satu pusat produksi baterai yang menopang transisi energi global.