Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Ada sinyal optimisme dari jajaran direksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terhadap masa depan perusahaan.
Terbaru, Direktur BRMS Adika Aryasthana Bakrie atau Arya Bakrie membeli 750.500 saham BRMS dengan harga Rp665 per saham pada Selasa, 22 September 2026.
Pembelian tersebut menambah daftar aksi beli saham oleh jajaran direksi BRMS dalam dua tahun terakhir. Perseroan menyebut, dalam kurun 24 bulan terakhir, empat direksi BRMS telah membeli lebih dari 5,2 juta saham perusahaan.
Empat nama tersebut yakni Adrian Wicaksono, Charles Daniel Gobel, Adika Aryasthana Bakrie, dan Herwin Wahyu Hidayat.
Bagi BRMS, transaksi tersebut bukan sekadar aktivitas kepemilikan saham oleh orang dalam perusahaan. Manajemen menyatakan pembelian saham oleh para direksi tersebut menunjukkan keyakinan terhadap prospek BRMS ke depan.
Mata BRMS Tertuju ke Emas Palu
Optimisme tersebut datang ketika BRMS tengah menggenjot pengembangan bisnis emasnya di Palu.
Perusahaan menyampaikan perkembangan pekerjaan konstruksi proyek tambang emas bawah tanah di Palu, sekaligus peningkatan kapasitas pabrik emas dari sebelumnya 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton bijih per hari.
Tahap berikutnya menjadi perhatian penting.
BRMS berharap dapat memulai penambangan bijih berkadar emas tinggi dari tambang bawah tanah tersebut pada pertengahan 2027.
Bijih yang ditargetkan memiliki kadar emas sekitar 3,5–4,9 gram per ton (g/t).
Dengan kata lain, BRMS sedang menyiapkan dua mesin pertumbuhan sekaligus: peningkatan kapasitas pengolahan dan pengembangan tambang bawah tanah.
Di tengah proses tersebut, aksi beli saham oleh jajaran direksi menjadi perhatian tersendiri karena dilakukan saat perusahaan tengah mempersiapkan fase penting pengembangan aset emasnya.
BRMS sendiri menyatakan aksi pembelian saham tersebut mencerminkan keyakinan jajaran direksi terhadap prospek perusahaan ke depan.
Kini, perhatian berikutnya tertuju pada realisasi proyek tambang bawah tanah Palu dan kemampuan BRMS mengubah potensi bijih berkadar emas tinggi tersebut menjadi produksi pada 2027.


