Djoko Siswanto Baca Kabar Sukses PHE OSES: AICD Halliburton Tambah 500 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kabar menggembirakan datang dari operasi hulu migas. Teknologi Autonomous Inflow Control Device (AICD) Halliburton diklaim berhasil diterapkan di lapangan milik Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) dan memberikan tambahan produksi sekitar 500 barel minyak per hari (BOPD).

Informasi tersebut turut mendapat perhatian Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Minggu (13/9/2026). Djoko membaca unggahan di media sosial yang menyampaikan keberhasilan implementasi teknologi tersebut di OSES.

Dalam unggahan yang dibagikan, disebutkan bahwa PHE OSES kembali mencatatkan benchmark baru dengan menerapkan AICD EquiFlow (Intelligent Completion Non-Moving Part) yang diklaim sebagai implementasi pertama teknologi tersebut di Indonesia.

“Alhamdulillah teknologi AICD Halliburton berhasil diterapkan di OSES dan produksi naik +/- 500 BOPD,” demikian pesan yang dibaca Djoko.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kinerja produksi dari aset migas yang telah memasuki fase matang.

Dalam unggahan lainnya disebutkan, penerapan AICD merupakan bentuk komitmen PHE OSES untuk mengubah inovasi teknologi menjadi nilai tambah produksi sekaligus memaksimalkan recovery dari aset-aset mature.

“Once again Pertamina Hulu Energi OSES set the benchmark higher,” demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

Penerapan teknologi intelligent completion ini diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi aset OSES.

Tambahan produksi sekitar 500 BOPD menjadi angka yang menarik di tengah tantangan industri hulu migas untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan yang sudah berumur.

Bagi SKK Migas, keberhasilan semacam ini menunjukkan bahwa optimalisasi produksi tidak selalu harus mengandalkan penemuan lapangan baru. Inovasi teknologi pada sumur dan fasilitas produksi yang sudah ada juga dapat menjadi salah satu kunci mempertahankan produksi nasional.

AICD sendiri dirancang untuk membantu mengendalikan aliran fluida dari reservoir menuju sumur produksi. Dengan teknologi intelligent completion, pengelolaan aliran dari zona produksi dapat dilakukan lebih efektif sehingga potensi produksi minyak dapat dioptimalkan.

Keberhasilan di OSES pun menjadi sinyal positif bagi pengembangan teknologi serupa di lapangan-lapangan migas mature lainnya.

Jika tambahan sekitar 500 BOPD tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan, kontribusinya bukan sekadar angka tambahan produksi harian, tetapi menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi dapat memperpanjang napas aset migas Indonesia.