Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Rokan. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatat keberhasilan pengeboran sumur infill yang menghasilkan produksi minyak jauh di atas target.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan kepada ruangenergi.com,Jumat (14/8/2026), bahwa Sumur MESO#22 berhasil menghasilkan minyak sebesar 2.128 barel minyak per hari (BOPD).
Angka tersebut sontak menjadi kabar baik. Pasalnya, produksi awal yang direncanakan dari sumur tersebut hanya 131 BOPD. Artinya, realisasi produksi MESO#22 mencapai sekitar 16 kali lipat dari target. Sementara itu, water cut tercatat sekitar 25%.
“Alhamdulilah, doa terkabul. PHR sukses ngebor dan mendapatkan produksi minyak 2.128 BOPD dari Sumur MESO#22, dari rencana 131 BOPD, melebihi target 16 kali,” ujar Djoko dalam keterangannya.
Sumur MESO#22 mulai dibor pada 16 Juli 2026 dan berhasil diselesaikan pada 29 Juli 2026. Setelah melalui tahapan pengujian, Production Optimization and Performance (POP) dilakukan pada 10 Agustus 2026.
Pengeboran menggunakan rig GW-36 dengan tipe sumur infill drilling. Sumur tersebut memiliki trajektori berarah tipe S-Type, menyasar reservoir Batupasir Menggala pada kedalaman 3.920 ftMD/3.864 ftTVD.
Namun, perjalanan pengeboran bukan tanpa tantangan.
Tim menghadapi sejumlah risiko teknis, antara lain potensi sloughing shale hingga washout. Tantangan tersebut berhasil dilewati melalui perencanaan yang matang, penerapan metode pengeboran yang tepat serta kolaborasi lintas fungsi.
Hasilnya, pekerjaan dapat diselesaikan secara aman, andal, dan efisien.
Produksi dari Sumur MESO#22 selanjutnya dialirkan menuju Gathering Station MESO.
Keberhasilan ini menjadi tambahan penting bagi upaya PHR menjaga sekaligus meningkatkan produksi minyak dari WK Rokan. Lebih dari sekadar angka produksi, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program pengeboran infill masih memiliki ruang besar untuk memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional.
PHR juga terus mendorong optimasi dan inovasi operasional dengan tetap menjaga disiplin biaya serta aspek keselamatan dalam setiap kegiatan eksplorasi, pengeboran dan pengembangan lapangan.
Djoko mengatakan keberhasilan MESO#22 diharapkan menjadi energi positif bagi rangkaian kegiatan Pemboran, Work Over dan Well Service (WO/S) yang berlangsung hingga akhir 2026.
“Mohon doa dan dukungan Bapak Ibu agar sisa kegiatan Pemboran Work Over dan Well Service (WO/S) Agustus-Desember 2026 juga menghasilkan berlipat ganda dari target. Aamiin YRA,” tulis Djoko.
Capaian MESO#22 pada akhirnya bukan hanya menjadi kabar baik bagi PHR. Tambahan produksi tersebut ikut memperkuat pasokan minyak nasional dan mendukung agenda ketahanan energi Indonesia.
Semangat yang dibawa pun sederhana namun tegas: produksi harus terus digenjot.
Lifting naik: BISA, BISA, BISA!

