Elnusa Optimis Kinerja Tetap Positif di Tengah Triple Shock

Jakarta, Ruangenergi.com – Perusahaan jasa energi nasional, PT Elnusa Tbk (Elnusa) meyakini bahwa kinerja perseroan akan tetap baik walau tengah menghadapi triple shock.

Direktur Utama Elnusa Ali Mundakir mengatakan, adanya triple shock menekan kinerja banyak perusahaan jasa migas, baik level nasional maupun global. Terutama penurunan harga minyak dan pandemi Covid-19 yang membuat perusahan jasa migas global telah merevisi target kinerjanya.

“Oleh karenanya wajar bila kami juga melakukan penyesuaian target kinerja atau turun sebesar 25% dari target awal tahun,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Secara global, banyak perusahaan yang hanya mengandalkan jasa hulu migas mengalami dampak penurunan yang sangat signifikan. Bahkan beberapa di antaranya terpaksa mengurangi jumlah karyawan untuk tetap dapat bertahan.

“Kendati demikian, Elnusa yang memiliki pondasi kuat struktur bisnis dan dengan portofolio yang lengkap dari jasa hulu migas hingga jasa hilir migas sangat optimis akan menunjukan kinerja yang positif. Hal ini dikarenakan walau terdapat tekanan pada satu segmen, segmen lainnya akan menopang kinerja konsolidasi Elnusa,” jelas Ali.

BACA JUGA  Pertamina MOR V Raih Penghargaan Indonesia Green Award

Secara konsolidasi, Elnusa ditopang oleh tiga segmen yaitu jasa hulu migas, jasa distribusi dan logistik energi, serta jasa penunjang.

Menurut Ali, meskipun di sektor hulu terjadi penurunan aktivitas, jasa hulu migas berbasis non-aset (EPC-OM) tetap menunjukkan daya tahannya. Pertumbuhan pendapatan yang berasal dari lini jasa ini tetap positif. “Begitu pula dengan segmen jasa distribusi dan logistik energi, kinerja pada lini bisnis transportasi BBM maupun pengelolaan depo tetap stabil,” ungkapnya.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan jasa migas global saat ini, tidak hanya merevisi target kinerja namun juga menurunkan rencana belanja modal. Elnusa pun perlu melakukan penyesuaian biaya investasi di tengah situasi ini.

“Kami perlu mengkaji ulang dan menetapkan skala prioritas. Oleh karenanya kami melakukan revisi rencana belanja modal menjadi Rp800 miliar dari rencana awal Rp1,4 triliun,” tambah Ali.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *