Hilmi Panigoro Bersyukur Medco Energi Internasional Tbk Lewati Masa Sulit

Jakarta,ruangenergi.com-Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) Hilmi Panigoro berbangga hati melihat perusahaan yang dipimpinnya melewati masa yang sulit ini dan bangkit menjadi perusahaan yang lebih kuat.

“Dengan selesainya aliansi Kansai Electric, keberhasilan eksplorasi, dan AMNT kembali menghasilkan keuntungan, sangat membanggakan melihat MedcoEnergi melewati masa yang sulit ini dan bangkit menjadi Perusahaan yang lebih kuat. Kami juga mulai melihat manfaat dari upaya kami mengendalikan emisi dan kami akan memperbarui sasaran ESG dan Transisi Energi jangka menengah kami,” kata Hilmi dalam siaran pers Medco Energi Tbk yang diterima ruangenergi.com,Selasa (01/06/2021) di Jakarta.

PT Medco Energi Internasional Tbk hari ini mengumumkan kinerja keuangan tahun 2020. Medco melaporkan EBITDA sebesar US$502 juta, 20% di bawah tahun 2019 karena permintaan gas dan harga minyak yang
rendah.

Tahun 2020 Perseroan mengalami kerugian sebesar US$189 juta, termasuk satu kali penurunan non-tunai
sebesar US$93 juta pada Kuartal-4 tahun 2020. Perseroan melaporkan Laba Bersih sebesar US$9 juta untuk
periode Kuartal-4 tahun 2020, sebelum penurunan nilai dan seiring pulihnya harga minyak.

Roberto Lorato, CEO mengatakan rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan
terhadap kinerja Perseroan tahun lalu.

“Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas Perusahaan. Harga komoditas telah membaik pada tahun 2021, namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama Perseroan masih rendah. Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan,”papar Roberto.

Medco melaporkan belanja modal Migas mencapai US$144 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna. Belanja modal ketenagalistrikan mencapai US$63 juta, untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.

Kas dari operasi setelah belanja modal positif meskipun permintaan energi rendah dengan adanya pengurangan pengeluaran dan sinergi Ophir. Kas dan setara kas adalah US$446 juta.

BACA JUGA  Mereka Harus Menumpang Supaya Bisa Belajar

Dukungan dari Pemegang saham dan liability management yang proaktif memungkinkan kelangsungan
deleveraging. Kemudian persero melaporkan hutang mencapai US$2,7 miliar, turun 15% dari 2019. Untuk Restricted Group3.Hutang adalah US$2,3 miliar, turun 6% dan Hutang Bersih3 adalah US$ 2,0 miliar, turun 4% dari 2019. Hutang Bersih terhadap EBITDA3 4,2x.

Di sisi lain,MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD4 mulai tahun 2020.

Persero melaporkan produksi migas 100 mboepd, dampak dari permintaan gas yang rendah. Permintaan gas berangsur pulih pada tahun 2021 namun masih di bawah normal saat sebelum pandemi.

“Biaya produksi migas per unit adalah US$9,0 per boe, sesuai panduan. Empat penemuan gas eksplorasi komersial dilakukan pada sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 di South Natuna Sea Block B PSC.Menyelesaikan integrasi sistem, organisasi dan ruang kantor dari Ophir Energy,” jelas Roberto.

Kinerja Amman Mineral

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”),anak usaha MEI, melaporkan keuntungan sebesar US$25 juta dengan bijih produktif dari pengembangan Tahap 7 dan didukung oleh kenaikan harga tembaga dan emas.

AMNT mulai mengakses bijih produktif dari Tahap 7 dan telah berproduksi sebesar 294 Mlbs tembaga dan
132 Koz emas dari bijih tambang dan pengolahan stockpile di 2020.Pengembangan Tahap 8 sedang berjalan.
AMNT memperoleh perpanjangan izin ekspor selama satu tahun sebesar 579.444 Wet Metric Ton

Kinerja Medco Power

Terhadap kinerja PT Medco Power Indonesia dilaporkan penjualan ketenagalistrikan adalah 2.639 GWh, 31% berasal dari sumber energi terbarukan.

Medco Power membentuk Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengoperasikan
dan mengembangkan fasilitas IPP gas. Kemudian,sumur eksplorasi di Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial fasilitas geotermal yang baru.

Medco Power menyampaikan juga pembangunan CCPP Gas Riau 275MW mencapai 97% dengan target operasi komersial pada Kuartal-4 tahun 2021 dan konstruksi fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan target penyelesaian pada Kuartal-1 tahun 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *