kesdm

Hore, Sebentar Lagi Dirjen Migas Dilantik

Jakarta,Ruangenergi.com-Kabar gembira muncul dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Dalam waktu dekat akan segera melantik pejabat Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).

Penilaian akhir atas nama-nama yang ikut lolos dalam seleksi jabatan terbuka Dirjen Migas sudah dilakukan. Kini saatnya mempersiapkan pelantikan.

Tri haryo
Triharyo Indrawan Soesilo

“Insya Allah sudah TPA (Tim Penilaian Akhir) dan sebentar lagi. Monggo tanya pak Sekjen. Terima kasih,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Triharyo Indrawan Soesilo kepada ruangenergi.com,Senin (26/10/2020) di Jakarta.

Dalam catatan ruangenergi.com,Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan seleksi terbuka untuk jabatan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Proses TPA sudah dilaksanakan di Istana Negara pada 19 Oktober 2020.
Dalam pengumuman Nomor 17.Pm/72/SJN.P/2020 tanggal 27 Mei 2020 yang ditandatangani Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, Kementerian ESDM mengundang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi terbuka ini.
Untuk PNS, persyaratan umum yang harus dipenuhi, antara lain berasal dari PNS, memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma IV teknis bidang energi dan sumber daya mineral yang sesuai dalam menunjang tugas dan tanggung jawab yang akan diemban. Selain itu, memiliki kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.
“Memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling singkat selama 7 tahun dan sekurang-kurangnya berpangkat Pembina Utama Utama (IV/c),” kata Ego seperti dikutip dari situs esdm.go.id,pada 27 Mei 2020.
Persyaratan lainnya, memiliki rekam jejak jabatan, integritas dan moralitas yang baik dan berusia paling tinggi 58 tahun per tanggal 1 September 2020.
Sementara persyaratan umum Non PNS, antara lain Warga Negara Indonesia, memiliki kualitas pendidikan paling rendah Pascasarjana (S2), memiliki kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.
Dipersyaratkan pula, memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling singkat selama 10 tahun, serta tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik paling singkat 5 tahun sebelum pendaftaran.
“Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara, memiliki rekam jabatan, integritas dan moralitas, usia paling tinggi 58 tahun per 1 September 2020, sehat jasmani dan rohani, serta tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat dari PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Kepolisian RI atau pegawai swasta,” papar Ego dalam pengumuman tersebut.
Kementerian ESDM juga menyampaikan 4 persyaratan khusus yaitu bagi pelamar Non PNS memiliki kualifikasi pendidikan Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) teknis bidang energi dan sumber daya mineral yang sesuai dalam menunjang tugas dan tanggung jawab yang akan diemban, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan baik.
BACA JUGA  Dihadapan Jepang, Indonesia Tegaskan Fokus Tingkatan B30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *