Bojonegoro, Jatim, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur. Sumur pengembangan SKW-040 yang dibor PT Pertamina EP Asset 4 (PEPC Zona 11) di Struktur Sukowati, Field Sukowati, Bojonegoro, berhasil mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 396 barel minyak per hari (BOPD).
Capaian tersebut mencapai 176% dari target awal sebesar 225 BOPD. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak nasional melalui optimalisasi lapangan eksisting.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan kabar tersebut kepada Ruangenergi.com, Selasa (27/10/2026). Ia mengungkapkan, keberhasilan itu diperoleh setelah sumur SKW-040 menjalani uji produksi pada 26 Oktober 2026.
“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 4 (PT. PEPC Zona 11) telah melakukan tajak lokasi pengeboran SKW-A16 menjadi sumur pengembangan SKW-040 pada 30 Agustus 2026. Per tanggal 26 Oktober 2026 telah berhasil melakukan uji produksi pada lapisan Tuban Reef dengan hasil sementara mencapai 396 BOPD atau 176% dari rencana target sebesar 225 BOPD,” kata Djoko.
Menurut dia, laju produksi tersebut merupakan hasil pengujian natural open flow yang diamati selama satu jam setelah pekerjaan stimulasi dilakukan.
Hasil pengujian sementara itu menunjukkan potensi produksi yang melampaui target awal. Namun, angka 396 BOPD tersebut masih merupakan hasil uji produksi dan belum dapat langsung disamakan dengan produksi stabil sumur dalam operasi jangka panjang.
Djoko menjelaskan, produksi minyak sumur SKW-040 berasal dari lapisan Layer J pada interval Tuban Reef, dengan kondisi tekanan reservoir yang baik.
Keberhasilan ini menambah optimisme terhadap pengembangan Struktur Sukowati, salah satu wilayah operasi hulu migas di Bojonegoro, Jawa Timur. Hasil pengujian tersebut juga menjadi bagian penting dalam evaluasi potensi produksi sumur setelah pengeboran dan stimulasi.
Sumur SKW-040 dibor menggunakan metode directional drilling dengan Rig PDSI #04.3/N110-M. Pengeboran mencapai kedalaman akhir 6.918,66 kaki terukur (measured depth/MD) atau 5.791 kaki kedalaman vertikal sejati (true vertical depth/TVD).
Seluruh tahapan pengeboran hingga pelaksanaan uji produksi pada 26 Oktober 2026 berlangsung dalam total waktu 57 hari.
Di balik capaian produksi tersebut, aspek keselamatan operasi juga menjadi perhatian. Djoko menyebutkan, kegiatan di sumur SKW-040 telah mencatatkan total safe man-hours sebesar 86.304 jam sejak pekerjaan pengeboran dimulai.
Pelaksanaan operasi tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence).
Capaian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengeboran dan pengujian produksi tidak hanya diukur dari besarnya aliran minyak yang dihasilkan, tetapi juga dari pelaksanaan pekerjaan yang mengutamakan keselamatan dan keandalan operasi.
Bagi industri hulu migas, hasil awal sumur SKW-040 menjadi tambahan kabar positif dari kegiatan pengembangan lapangan. Tahap berikutnya adalah memastikan kinerja sumur melalui evaluasi teknis dan pemantauan produksi, sehingga potensi yang teridentifikasi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap produksi minyak nasional.

