Kapal FRSU Jawa Satu di Patimban dan Melakukan Persiapan buat PLTGU Jawa Satu

Ruang Energi.com, JakartaPelaksana Tugas Direktur Utama PT Jawa Satu Power (JSP) Indra Trigha mengatakan, kapal FSRU Jawa Satu telah angkat sauh dan berlayar meninggalkan Galangan Kapal Samsung Heavy Industries di Geoje, Busan, Korea Selatan menuju Indonesia.

Indra memperkirakan, kapal ini bakal berlabuh di fasilitas mooring Cilamaya, Karawang, Jawa Barat pada kisaran pekan kedua atau ketiga Februari.

Medio Desember lalu, kapal FSRU ini resmi diberi nama Jawa Satu oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, yang juga didaulat menjadi Godmother of the vessel.

Indra mengatakan, pada 31 Desember 2020, Samsung Heavy Industries menyatakan pembuatan kapal itu sudah selesai dan langsung menyerahkannya ke Jawa Satu Power.

“Sekarang Kapal sudah di Perairan Patimban. Siap untuk dipasang di PLGU Jawa Satu. Sebelumnya kapal FSRU Jawa Satu sudah melalui proses perjalanan panjang. Berangkat Januari 2020 lalu sekitar pukul 11.45 waktu Korea atau 09.45 WIB, kini parkir di Patimban dipersiapkan untuk PLTGU Jawa Satu,” kata Indra Trigha kepada ruangenergi.com,Senin (22/2/2022).

Meski dibuat di Korea Selatan, Indra mengatakan Kapal FSRU Jawa Satu langsung berlayar dengan bendera Indonesia. Secara keseluruhan, ada 35 awak kapal yang berada di kapal ini. Indra menyebut, 31 orang di antaranya, termasuk nakhoda, berkewarganegaraan Indonesia dan hanya empat awak kapal asing.

BACA JUGA  Pemerintah Turunkan Tarif Listrik PLN Tujuh Pelanggan
FRSU Jawa Satu berlayar dari Busan Korea Selatan menuju Cilamaya Karawang Jawa Barat

Dalam pelayaran ini, Kapal FSRU Jawa Satu ini tidak langsung ke Cilamaya. Pada 17 Januari nanti, rencananya kapal akan merapat dulu di Bontang, Kalimantan Timur. Kapal itu, tepatnya, akan berlabuh di Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Badak LNG.

Di sana, kapal FSRU ini akan menjalani proses cooling down atau pendinginan untuk semua fasilitas regasifikasi dan tangki LNG. Indra menambahkan, proses pendinginan ini dengan mengalirkan LNG sebanyak 13.300 meter kubik ke fasilitas kapal. Baru setelah itu kapal melanjutkan perjalanan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *