Jakarta, ruangenergi.com – Momentum Hari Kartini dimaknai tak hanya sebagai peringatan emansipasi perempuan, tetapi juga lahirnya inovasi dari generasi muda. Semangat itu tercermin dari karya mahasiswi ITPLN, Ida Ayu Satiya Siddhi Samhita, yang menghadirkan solusi pemantauan instalasi listrik berbasis teknologi untuk mencegah kebakaran di rumah.
Inovasi ini terlahir karena sekitar 90 persen kasus kebakaran di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik. Bersama rekannya, Rio Andriano Arifin, Ida Ayu menghadirkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) dalam ajang Technology Incubation Sprint Program ITPLN.
“Kebanyakan keluarga mengabaikan keamanan instalasi listrik karena cara pantau manual yang sulit. Dari situ kami ingin menghadirkan sistem yang bisa dengan mudah memantau kondisi instalasi listrik melalui notifikasi HP,” ujar Ida Ayu saat berbincang, Selasa, 21 April 2026.
Mereka mengembangkan perangkat monitoring listrik preventif yang bersifat non-invasif, tanpa perlu memotong kabel. Inovasi ini memakai alat detektor berbentuk clamp yang dilengkapi sensor dan ditempelkan pada kabel AC untuk membaca arus, tegangan, daya, hingga suhu secara real-time.
Data yang dikumpulkan kemudian diproses melalui mikrokontroler ESP32 dan ditampilkan melalui berbagai output, mulai dari layar LCD, indikator lampu, buzzer, hingga dashboard berbasis web. Tak hanya itu, sistem juga mengirimkan notifikasi peringatan dini langsung ke WhatsApp dengan bahasa yang mudah dipahami pengguna.
Pada acara Demo-Day, inovasi ini berhasil diuji coba untuk mendeteksi tiga tingkat kondisi instalasi listrik, yakni waspada, kritis, dan darurat. Kondisi darurat dibagi lagi menjadi dua, yaitu overload atau kelebihan beban, serta overheat atau panas berlebih pada MCB.
“Pengguna bisa menentukan sendiri batas daya dan suhu melalui website. Setelah itu alat akan bekerja otomatis memantau secara real-time,” kata Rio.
Dalam skenario pengujian, saat beban listrik mendekati batas maksimal, sistem hanya memberikan peringatan ringan melalui buzzer tanpa notifikasi. Namun ketika beban melampaui ambang batas, alarm akan berbunyi keras, indikator berubah merah, dan notifikasi WhatsApp langsung dikirimkan.
Notifikasi tersebut memuat informasi lengkap, mulai dari lokasi, waktu kejadian, hingga parameter listrik seperti tegangan dan besaran daya yang menyebabkan potensi bahaya.
Selain itu, sistem juga menyediakan fitur riwayat penggunaan listrik. Pengguna dapat memantau konsumsi energi dalam satuan kWh, estimasi biaya, hingga analisis tegangan tertinggi dan terendah di instalasi rumah. Setiap program inovasi ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
“Inovasi ini kami harapkan bisa menjadi solusi preventif agar masyarakat lebih sadar terhadap keamanan listrik dan mencegah kebakaran sejak dini,” tandasnya

