Komisaris Utama PLN EPI Tinjau Smart Regas Tarakan, Pastikan Keandalan Pasokan Gas Pembangkit

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tarakan, ruangenergi.com – Komisaris Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Nikson Silalahi meninjau fasilitas penyimpanan dan regasifikasi liquefied natural gas (LNG) SMART REGAS Tarakan di PLTMG Gunung Belah, Kalimantan Utara, guna memastikan keandalan operasional dan keberlanjutan pasokan gas bagi pembangkit listrik di Pulau Tarakan. Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan Dewan Komisaris terhadap kinerja infrastruktur energi primer yang dikelola anak perusahaan PLN EPI, PLN Energi Gas. Fasilitas tersebut mencatatkan tingkat ketersediaan operasional atau Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 99,81 persen, melampaui target 98,22 persen, serta menyalurkan gas sebesar 197.233 MMBTU sepanjang Oktober 2025 hingga September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Nikson meninjau langsung operasional fasilitas SMART REGAS (Small-scale, Modular & Relocatable LNG Regasification) Tarakan yang memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 5 BBTUD. Fasilitas ini berfungsi menerima, menyimpan, dan mengubah LNG kembali menjadi gas untuk disalurkan ke PLTMG Gunung Belah dan PLTMG Kampung Satu, sekaligus menjadi solusi pemenuhan kebutuhan gas pembangkit di Tarakan yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan gas pipa.

Nikson juga menerima paparan Manajemen PLN Energi Gas mengenai capaian kinerja operasional, kesiapan infrastruktur, serta pengelolaan dan kepastian pasokan gas. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pengoperasian fasilitas sekaligus memastikan keberlanjutan layanan penyediaan energi primer bagi sistem kelistrikan Tarakan.

Berdasarkan realisasi operasional selama 12 bulan, yakni Oktober 2025 hingga September 2026, fasilitas SMART REGAS Tarakan menunjukkan kinerja yang konsisten dengan total penyaluran gas mencapai 197.233 MMBTU. Pada periode yang sama, rata-rata EAF tercatat sebesar 99,81 persen atau 1,59 poin persentase di atas target 98,22 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketersediaan fasilitas dalam mendukung kontinuitas penyaluran gas bagi pembangkit listrik di Tarakan.

Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direksi PLN Energi Gas atas kinerja dalam mengelola fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang telah diresmikan pada tahun sebelumnya. Menurutnya, pengelolaan infrastruktur gas yang andal menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi primer untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat.

“Mewakili Dewan Komisaris PLN EPI, kami sangat mengapresiasi kinerja baik Direksi PLN Energi Gas. Kami memandang bahwa tersedianya fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang dibangun dan dikelola dengan baik oleh PLN Energi Gas yang telah diresmikan tahun lalu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Tarakan dan sekitarnya. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik dapat terpenuhi sehingga sangat membantu masyarakat,” ujar Nikson.

Nikson menilai keberadaan SMART REGAS Tarakan merupakan bagian dari upaya PLN EPI dalam memperkuat infrastruktur dan rantai pasok gas, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan pipa gas. Melalui pemanfaatan LNG, kebutuhan energi primer pembangkit dapat dipenuhi dengan sistem pasokan yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Selain mendukung keandalan pasokan, pemanfaatan LNG di Tarakan juga membuka peluang peningkatan efisiensi biaya pembangkitan melalui pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan proyeksi pengembangan fasilitas, penggunaan gas berpotensi mengurangi konsumsi BBM sekitar 32.000 kiloliter per tahun, dengan potensi efisiensi biaya bahan bakar mencapai Rp 74–147 miliar per tahun.

Nikson juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional fasilitas regasifikasi LNG Tarakan. Ia mengajak seluruh insan yang bertugas untuk terus menjaga semangat dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan serta masyarakat.

“Saya juga ingin mengajak teman-teman yang bekerja di fasilitas ini untuk terus bersemangat memberikan yang terbaik. Ini merupakan peluang bagi kita untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara, sekaligus membantu program-program pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan energi dan penyediaan listrik bagi masyarakat di Tarakan,” tambah Nikson.

Direktur Utama PLN Energi Gas, Edwin Bangun menyampaikan bahwa hasil peninjauan Dewan Komisaris PLN EPI menjadi masukan bagi perusahaan untuk terus memperkuat pengelolaan SMART REGAS Tarakan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesiapan fasilitas dan menyelaraskan pasokan LNG dengan kebutuhan pembangkit.

“Bagi kami, capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur untuk menjaga keandalan operasi. Kami akan terus memperkuat pemeliharaan fasilitas dan berkoordinasi dengan PLN EPI serta pengelola pembangkit agar pasokan LNG terjaga dan gas dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, SMART REGAS Tarakan dapat terus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Edwin.

Ke depan, PLN EPI bersama PLN Energi Gas akan terus mendorong peningkatan keandalan infrastruktur, penguatan pengelolaan operasional, serta optimalisasi rantai pasok LNG untuk memastikan keberlanjutan pasokan gas bagi pembangkit. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi energi primer yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya bagi sistem kelistrikan di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan infrastruktur gas pipa.

Keberhasilan operasional SMART REGAS Tarakan menegaskan peran strategis PLN EPI dalam menghadirkan solusi infrastruktur gas yang andal untuk mendukung ketahanan energi nasional. Melalui penguatan rantai pasok LNG, peningkatan efisiensi pembangkitan, serta pengurangan ketergantungan terhadap BBM, PLN EPI terus mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien dan rendah emisi sebagai bagian dari transisi energi nasional, sekaligus mewujudkan visinya menjadi perusahaan global dalam solusi energi primer terintegrasi.