Lebih dari 1.800 Mitra Binaan Pertamina Sudah Go Digital

Jakarta, Ruangenergi.com – Sebanyak 1.800an mitra binaan PT Pertamina (Persero) sudah berhasil memanfaatkan teknologi secara digital. Hal ini sebagai upaya Pertamina mewujudkan komitmennya terus mendukung kemandirian bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.

Menurut Vice President Corporate Communication Fajriyah Usman, sejak awal pandemi Pertamina telah melakukan banyak pelatihan yang berhubungan dengan digitalisasi, seperti pelatihan digital bertahan di era Covid-19, Online marketing, branding, strategi bisnis, creative skill dan keuangan.

“Pertamina juga mengakomodir para mitra binaannya dengan pelatihan pasar digital UMKM, E-learning platform, digitalisasi  dan e-commerce dan optimalisasi media social,” kata Fajriyah di Jakarta, Kamis (03/9/2020).

Tidak hanya itu, kata Fajriyah, Pertamina juga berkomitmen mendukung Pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan menyajikan virtual exhibition terbesar di Indonesia berupa Pertamina SMEXPO 2020 tanggal 9-11 September 2020.

“Ada 100 UMKM akan bergabung dalam Pertamina SMEXPO 2020 dan menyajikan produk UMKM yang berkualitas ekspor,” uangkapnya

Sementara salah satu mitra binaan Perramina, Lidya Owner Nio EL dengan produk aksesoris kawat tembaga mengungkapkan bahwa melalui pemasaran digital, mereka akan lebih mudah dikenal orang.

”Lewat pemasaran digital, cakupan penjualan lebih luas dan lebih mudah dikenal orang” ujar Lidya.

Selain bermitra dengan pelaku UMKM sebagai binaan, Pertamina juga menjalin sinergi dengan pihak lain dalam rangka Sinergi Mitra Strategis. Pihak yang dilibatkan diantaranya BUMN, Universitas, lembaga pendamping UMKM, serta pihak lainnya. Tujuannya untuk pendampingan, pembinaan, menjaga nilai kolektabilitas dan kompetensi UMKM.

BACA JUGA  Waspada Hoax! Penipuan Rekrutmen Mengatasnamakan PLN

Is mengatakan, upaya ini merupakan salah satu bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif.

“Dimana diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Fajriyah.(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *