Luar Biasa! Krisis BBM Bali Berakhir! Bahlil Turun Tangan, Kerahkan 7 Kapal Logistik dari Jawa

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bali, ruangenergi.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bali telah kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan cadangan akibat keterlambatan kapal logistik.

Langkah pemulihan pasokan tersebut dilakukan dengan menambah jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali, dari sebelumnya hanya tiga unit menjadi tujuh unit kapal.

Hal ini disampaikan Bahlil usai memimpin rapat koordinasi penanganan BBM bersama Gubernur Bali, Kapolda, Kasdam, serta jajaran direksi Pertamina di Terminal BBM Sanggaran, Bali.

“Di beberapa hari kemarin karena ada keterlambatan kapal dari Jawa ke Bali, terjadi penurunan cadangan sekitar 3-4 hari. Ini adalah kejadian teknis pada manajemen internal arus logistik Pertamina. Namun, dengan penambahan menjadi tujuh kapal, mulai hari ini cadangan di wilayah Bali rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari dan masalah sudah teratasi,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya.

Bahlil juga memaparkan bahwa ketahanan stok BBM secara nasional saat ini dalam kondisi aman. Cadangan Pertalite (RON 90) nasional berada di angka 16 hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya secara umum berada di atas rata-rata 20 hari sesuai dengan standar minimum nasional.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memperkuat ketahanan energi di Pulau Dewata, Bahlil telah menginstruksikan Pertamina untuk menaikkan target minimal cadangan BBM di Bali.

“Storage (penampungan) minyak kita di sini ada di Manggis dan Sanggaran. Terminal Sanggaran volumenya lebih kecil dengan cadangan 4-5 hari, sedangkan Manggis di atas 11 hari. Untuk mempercepat proses ini, saya meminta Pertamina menaikkan status cadangan keseluruhan di Bali menjadi 12 hari,” tegasnya.

Pada akhir keterangannya, Bahlil menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, jajaran TNI-Polri, dan masyarakat yang telah bersinergi menjaga situasi tetap kondusif selama proses penguraian antrean dan normalisasi distribusi BBM berlangsung.