Luar Biasa! Sumur Baru Prabumulih Mengalirkan 2.184 BOPD, Rig PDSI Selesai 15 Hari Lebih Cepat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Melalui kinerja unggul Rig PDSI#39.3/D1500-E, pengeboran sumur pengembangan GNK-PD28 di Lapangan Gunung Kemala, Prabumulih, Sumatera Selatan, berhasil diselesaikan lebih cepat dari target dan menghasilkan temuan hidrokarbon yang sangat prospektif.

Hasilnya tidak main-main. Sumur GNK-PD28 mampu mengalirkan minyak hingga 2.184 barel per hari (BOPD) dalam uji produksi awal, sekaligus membuka peluang pengembangan cadangan baru yang dapat memperkuat pasokan energi nasional.

Sumur yang dikelola Pertamina EP Zona 4 Regional 1 tersebut dikomplesi pada lapisan TAF-K1 pada interval 1.762–1.764 meter measured depth (mMD). Berdasarkan pengujian natural flow selama dua jam pada 31 Mei 2026, sumur menghasilkan minyak bersih antara 1.658 hingga 2.184 BOPD dengan kandungan air hanya 1 persen. Selain itu, sumur juga memproduksikan gas sebesar 1,45 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa reservoir yang ditemukan memiliki kualitas sangat baik dan berpotensi menjadi salah satu sumber produksi baru yang strategis bagi industri hulu migas Indonesia.

Namun keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh faktor geologi. Performa operasional Rig PDSI#39.3/D1500-E menjadi salah satu penentu utama keberhasilan proyek.

Rig milik Pertamina Drilling tersebut berhasil menuntaskan pengeboran hingga kedalaman total 2.235 mMD hanya dalam waktu 30 hari. Artinya, pekerjaan selesai 15 hari lebih cepat dibandingkan target awal selama 45 hari.

Lebih impresif lagi, seluruh operasi berlangsung dengan catatan Zero Accident dan Zero Non-Productive Time (NPT), menunjukkan tingginya standar keselamatan dan efektivitas kerja yang diterapkan selama proses pengeboran.

Keunggulan proyek ini juga tercermin dari sisi finansial. Realisasi biaya pengeboran hanya mencapai 76,13 persen dari anggaran yang telah disetujui SKK Migas. Efisiensi signifikan tersebut menjadi bukti bahwa operasi pengeboran tidak hanya mampu menghasilkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengendalian biaya yang optimal.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa keberhasilan GNK-PD28 mencerminkan kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan operasi pengeboran yang produktif, aman, dan efisien.

“Keberhasilan pengeboran GNK-PD28 membuktikan bahwa Pertamina Drilling tidak hanya fokus pada pencapaian target operasi, tetapi juga mampu menghadirkan efisiensi waktu dan biaya yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Kinerja Rig PDSI#39.3/D1500-E menunjukkan kompetensi tinggi insan Pertamina Drilling dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional,” ujar Avep.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara tim operasi, engineer, kru rig, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek.

Senada dengan itu, VP Rig Services Operation Pertamina Drilling, Komedi, memberikan apresiasi kepada seluruh kru Rig PDSI#39.3/D1500-E yang berhasil menjaga performa operasi selama pengeboran berlangsung.

“Menyelesaikan pengeboran 15 hari lebih cepat dari rencana dengan hasil produksi yang sangat baik serta dengan Zero Accident dan Zero NPT merupakan pencapaian yang membanggakan. Ini menunjukkan komitmen kru rig dalam menjalankan operational excellence, menjaga keselamatan kerja, serta memastikan setiap tahapan operasi berjalan sesuai standar terbaik industri,” katanya.

GNK-PD28 merupakan sumur infill yang dikembangkan dari sumur referensi GNK-111 dengan target reservoir lapisan TAF-K1. Secara geologi, posisi sumur berada lebih tinggi dibandingkan sumur referensi sehingga memberikan informasi bawah permukaan yang baru dan berharga bagi pengembangan lapangan ke depan.

Temuan ini membuka prospek pengembangan lanjutan di bagian utara Kompartemen Gunung Kemala Sektor III, sekaligus menghadirkan peluang pengeboran baru pada sisi timur Struktur Gunung Kemala.

Keberhasilan GNK-PD28 semakin memperkuat rekam jejak Pertamina Drilling sebagai mitra strategis dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional. Di tengah tantangan penurunan produksi alami dari sejumlah lapangan tua, kemampuan menghadirkan operasi yang cepat, aman, efisien, dan berbiaya kompetitif menjadi kunci untuk membuka potensi cadangan baru dan menjaga ketahanan energi Indonesia.