Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Institut Teknologi PLN (ITPLN) membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Jawa Barat untuk berkarier langsung di PT PLN (Persero). Menyadari bahwa biaya tidak seharusnya menjadi penghalang bagi talenta terbaik, ITPLN memberikan keringanan biaya pendaftaran sebesar 50% — dari Rp350.000 menjadi hanya Rp175.000 — khusus bagi siswa SMA/SMK sederajat se-Jawa Barat melalui kode “JABAR26”. Pendaftaran Ikatan Kerja PLN dibuka hingga 4 Mei 2026, sebagai bagian dari open house bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., MT., IPU., ASEAN Eng., menyebutkan, ada 150 kursi ikatan kerja disiapkan bagi mahasiswa baru ITPLN tahun ajaran 2026-2027. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam memberikan akses kerja langsung kepada generasi muda, khususnya di sektor energi.

“ITPLN menyelenggarakan ini sebagai langkah memberi kesempatan kepada siapa pun, khususnya siswa Jawa Barat yang ingin bekerja di PLN,” ujar Iwa dalam keterangannya, Jum’at, 1 Mei 2026.

Ia menjelaskan, ITPLN menjadi satu-satunya perguruan tinggi mendapat kepercayaan dari PT PLN (Persero) untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui skema ikatan kerja.

“Sebanyak 150 mahasiswa yang diterima di ITPLN nantinya akan langsung terikat kontrak kerja dengan PLN sejak awal perkuliahan. Program ini memberikan jaminan karier setelah lulus. Begitu diterima di ITPLN, mereka langsung diikat kerja oleh PLN. Ada kontrak resmi antara mahasiswa dan PLN,” katanya.

Tak hanya itu, peluang juga terbuka bagi mahasiswa di luar kuota tersebut. Iwa menyebut, 100 lulusan terbaik dari luar program ikatan kerja tetap berkesempatan direkrut PLN setelah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun, melalui proses seleksi.

Menurutnya, kesempatan ini menjadi peluang luar biasa mengingat PLN merupakan salah satu perusahaan strategis nasional yang terus berkembang dan berpotensi masuk jajaran perusahaan global.

Selain jalur ke PLN, ITPLN juga menjalin kerja sama dengan berbagai industri, baik dalam maupun luar negeri. Hal ini membuka peluang karier lebih luas bagi mahasiswa yang tidak masuk dalam skema ikatan kerja.

“Kami juga punya komunikasi dengan banyak industri. Sudah banyak yang bekerja sama dengan ITPLN, sehingga kami bisa menyalurkan lulusan ke berbagai sektor,” jelasnya.

Ia menambahkan, ITPLN berkomitmen menjadi kampus yang inklusif dan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat. Pihaknya juga ingin memberikan peluang kepada lulusan SMA, khususnya di Jawa Barat, untuk menjadi bagian dari ITPLN dan masa depan energi Indonesia.

Di lokasi yang sama, Kepala Rektorat ITPLN, Purnomo, mengungkapkan peluang besar bagi lulusan ITPLN untuk berkarier di sektor kelistrikan nasional. Dia menyebut PLN secara rutin mengirim lebih dari 250 pegawai setiap tahun untuk melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi PLN, mulai dari jenjang D3 ke S1 hingga S1 ke S2.

“Setiap tahun lebih dari 250 pegawai PLN kuliah di ITPLN. Belum termasuk fresh graduate yang nanti diserap. Jadi totalnya bisa lebih dari 500 alumni ITPLN yang akan bekerja di PLN setiap tahun,” kata Purnomo.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keunggulan tersendiri karena mahasiswa ITPLN memiliki jaringan alumni yang kuat di lingkungan PLN.

“Artinya, adik-adik nanti punya jaringan senior yang sangat banyak di PLN. Ini yang tidak dimiliki kampus lain,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan ketatnya persaingan rekrutmen PLN reguler dengan rasio hampir 1 banding 1.000.

“Bayangkan, hampir 1.000 orang berebut satu kursi. Tapi kalau masuk Ikatan Kerja ITPLN, peluang untuk bekerja di PLN semakin terbuka,” katanya.

Purnomo turut menyoroti besarnya peluang kerja di sektor energi seiring transisi menuju elektrifikasi. Ia menyebut Indonesia akan menggelontorkan investasi lebih dari Rp3.000 triliun dalam 10 tahun ke depan di sektor kelistrikan.

“Dari transisi energi ini dibutuhkan lebih dari 1,7 juta tenaga kerja. Ini bukan angka perkiraan, tapi hasil kajian nyata,” tegasnya.

Untuk itu, ungkapnya, ITPLN hadir sebagai kampus berbasis praktik yang fokus pada energi dan transisi energi, dengan 18 program studi yang dapat membuka peluang karier luas, tidak hanya di sektor kelistrikan, tetapi juga bisnis dan teknologi.

“Belajar di sini bukan sekadar teori, tapi langsung praktik dan terhubung dengan industri,” pungkasnya.

Selain bekerja sama dengan PLN, ITPLN juga menjalin kolaborasi dengan APITU serta menjajaki kerja sama dengan APLSI.

ITPLN juga menyediakan berbagai skema beasiswa, mulai dari penuh, parsial, hingga khusus untuk siswa berprestasi, kurang mampu, hafidz Al-Qur’an, dan atlet.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi www.infopmb.itpln.ac.id dengan pilihan 13 program studi jenjang D3 dan S1. Calon mahasiswa diwajibkan menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga, KTP, rapor semester 1-4, serta membayar biaya registrasi sebesar Rp350.000. Namun, dengan menggunakan kode “JABAR26” akan mendapatkan potongan formulir 50 persen.

ITPLN mengimbau calon mahasiswa segera memanfaatkan perpanjangan waktu ini, mengingat kuota jalur ikatan kerja terbatas namun menawarkan prospek karier yang menjanjikan di sektor energi.