Bontang, ruangenergi.com – Penerapan inovasi digital serta penguatan budaya SHEQS yang unggul menghantarkan Badak LNG meraih apresiasi tingkat nasional. Pada ajang Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (28/8/2026), Badak LNG menerima lima penghargaan sekaligus atas konsistensi pengelolaan aspek QHSE dan keberlanjutan bisnis. Apresiasi ini menjadi kali ketiga bagi Badak LNG dalam menerima penghargaan pada ajang yang sama secara berturut-turut sejak tahun 2024.
Penerapan budaya SHEQS di Badak LNG sendiri memiliki rekam jejak panjang. Berawal dari peristiwa Lost Time Incident (LTI) pada tahun 2006 yang menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran, Perusahaan terus menyempurnakan pengelolaan dan sistem keselamatan kerja. Pembelajaran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan mendorong perubahan budaya keselamatan di seluruh lini perusahaan. Hingga akhirnya Perusahaan berhasil mencatatkan rekor operasional aman tanpa kecelakan kerja yang menyebabkan LTI selama 19 tahun.
Untuk menguatkan budaya SHEQS di lingkungan kerja, Badak LNG juga mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi digital melalui continuous improvement program (CIP). Lead Specialist SHEQ MS Anto Yamashita menerangkan bahwa inovasi dikembangkan secara kolaboratif guna menjawab kebutuhan di lapangan.
“Inovasi tersebut tidak hanya untuk penerapan teknologi saja, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan di lapangan, mempermudah proses kerja, meningkatkan pengendalian risiko, dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” ungkapnya.
Adapun sistem yang dikembangkan mencakup rangkaian aplikasi digital berbasis pemantauan risiko hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Seluruh aktivitas SHEQS tersebut terintegrasi dan dapat dipantau secara mobile melalui handphone.
Selain inovasi teknologi, keberhasilan menjaga budaya SHEQS juga dipengaruhi oleh kepemimpinan, keteladanan, keterlibatan seluruh insan Badak LNG, serta penerapan Sistem Manajemen SHEQS yang sesuai dan tepat dengan karakteristik bisnis perusahaan. Manajemen Badak LNG turut serta hadir memberikan contoh langsung di lapangan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam sistem, program, dan perilaku di seluruh lini perusahaan.
Atas usaha-usaha yang dilakukan Perusahaan tersebut di atas, Badak LNG dianugerahi penghargaan yang diterima langsung oleh Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho. Penghargaan tersebut mencakup predikat Bintang 5 IQSA 2026, The Best Innovation Technology in QHSE and Sustainability in Business 2026, dan The Best QHSE Team and Safety Culture 2026.
Tak hanya apresiasi bagi institusi, ajang ini turut memberikan penghargaan kepemimpinan. President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin dianugerahi The Best CEO in QHSE Excellent 2026, sementara Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho mendapatkan predikat The Best QHSE Director 2026.
Usai menerima penghargaan tersebut, Feri Sulistyo Nugroho menyampaikan bahwa lima penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja keselamatan kilang.
“Mengingat bisnis energi memiliki risiko tinggi, penghargaan ini pun menjadi motivasi bagi seluruh pekerja dan manajemen untuk melakukan improvement. Raihan ini juga menunjukkan upaya yang dilakukan Badak LNG sudah on the track untuk mengintegrasikan inovasi dan kinerja keselamatan kilang,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa prinsip Good Safety is Good Business telah diimplementasikan dalam operasional kilang Badak LNG.
“Prinsip tersebut menjadi acuan kami yang mudah-mudahan menjadikan bisnis Badak LNG bersinar dan berkembang. Terlebih ke depan, Badak LNG berencana melakukan reaktivasi kilang, sehingga kinerja keselamatan, reliability, hingga produksi perlu ditingkatkan agar operational excellence benar-benar terwujud dan bisa kita pertahankan” pungkasnya.
Pencapaian IQSA 2026 melengkapi rekam jejak Badak LNG dalam menjaga keandalan dan keunggulan operasional kilang, dengan aspek SHEQS sebagai prioritas utama.

