Optimis Melistriki Negeri di Era Transisi

Jakarta, Ruang Energi.Com- Ditengah situasi pandemi, tantangan dalam mengembangan energi baru dan terbarukan merupakan peluang yang harus diantisipasi.

Perubahan yang cepat terjadi di sektor energi di dunia, baik dalam bentuk dekarbonisasi, digitalisasi, dan desentralisasi pembangkit, maupun penyediaan listrik yang menempatkan konsumen sekaligus menjadi produsen (prosumer).

Melalui pilar Green dalam transformasinya, PLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Komitmen tersebut tercermin melalui komitmen untuk mempercepat menyelesaikan pembangkit berbasis energi terbarukan, seperti PLTA Rajamandala 47 MW dan PLTS Terapung Cirata 145 MW.

Direktur Mega Project & EBT PLN, M.Ikhsan Asaad kepada ruang energi.com menuturkan, program transformasi Green PLN menunjukkan komitmen PLN dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Selain 7900 MW pembangkit EBT yang sudah beroperasi, dalam 5 tahun kedepan juga disiapkan program-program pengembangan EBT. Saat ini, ada 5000 MW pembangkit EBT dalam fasa konstruksi, 3500 MW pembangkit EBT dalam tahap perencanaan/study dan pendanaan,”tutur Ikhsan Asaad kepada ruang energi.com, Minggu(14/2/21).

Pada tahun 2021,lanjut Ikhsan, ini ditargetkan 475 sampai 500 MW pembangkit EBT akan beroperasi secara komersil (COD),

Masa Transisi Energi

Pada masa transisi energi ini juga beberapa upaya yang dilakukan oleh PLN antara lain, menyiapkan infrastructure EV berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 22 titik, tahun 2021 akan tambah lagi 16 lokasi, selain itu dalam ikut dalam konsorsium BUMN. dalam mendorong ekosistem EV di Indonesia.

“Kami programkan dalam masa transisi energi ini adalah Konversi 5200 unit PLTD dengan kapasitas 2 GW, menjadi pembangkit yang ramah lingkungan seperti PLTS, PLTBayu, dan Biomassa.  Program Cofiring PLTU dengan Biomassa juga terus dikembangkan dalam masa transisi ini,”pungkas Ikhsan Asaad.

Perlu diketahui, inisiatif cofiring sudah PLN mulai sejak 2017 dengan ujicoba yang telah dilaksanakan pada 2019. Pada tahun 2020, PLN telah mengidentifikasi sebanyak 52 lokasi PLTU yang berpotensi untuk dilakukan co-firing dengan biomassa.

BACA JUGA  HLN ke-75, SP PLN Ajak Direksi Bersinergi Kawal Eksistensi PLN

Secara bertahap, implementasi co-firing PLTU milik PLN akan berjalan sampai dengan 2024. Sampai saat ini PLN telah melakukan uji coba cofiring di 26 PLTU yang tersebar di seluruh Indonesia.
Komitmen PLN untuk melistriki negeri dengan energi baru dan terbarukan mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah. PLTA menjadi kontributor terbesar, yaitu sebanyak 4.750 MW atau 60 persen dari pembangkit EBT.

“Kami optimis di era transisi energi ini penyelesaikan pembangunan pembangit energi bersi akan dipercepat. Porsi EBT di PLN di tahun 2021 sudah mencapai 8000 MW dan akan terus bertambah sampai 16.000 MW di tahun 2025,”tutup Direktur Mega Proyek & EBT PLN, M.Ikhsan Asaad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *