MESDM Arifin Tasrif Mengakui Banyu Urip Crude Oil (BUCO) Kualitas Bagus dan Punya Nilai Jual Tinggi

Jakarta,ruangenergi.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan selama ini PT Pertamina (Persero) mengabsorb semua produksi minyak yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama  (K3S) migas untuk keperluan kilangnya.

Tetapi khusus yang dihasilkan oleh ExxonMobil Cepu Ltd di blok Cepu kualitasnya bagus dan mempunyai nilai jual yang lebih baik. Sedangkan kilang Pertamina tidak membutuhkan spesifikasi crude yang sedemikian tinggi. Sehingga kalau dipaksakan maka biaya produksinya akan lebih mahal.

“Dengan memberikan ExxonMobil untuk bisa membeli dengan harga yang lebih baik,pendapatan pemerintah juga meningkat.Di lain sisi,Pertamina juga bisa mengoptimalkan kilang itu dengan produk-produk crude sesuai dengan spesifikasinya sehingga bisa menghasilkan biaya produksi yang lebih kompetitif,” kata Arifin Tasrif menjawab pertanyaan ruangenergi.com di sela-sela inagurasi pengapalan ke-700 produksi minyak mentah Blok Cepu.

Kegiatan ini secara resmi dihadiri Menteri ESDM Arifin Tasrif, Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/6/2021).

Minyak mentah Blok Cepu di Bojonegoro hasil produksi konsorsium KKKS yakni PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 95 kilometer ke Palang, Tuban, dan ditampung di FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.

Minyak mentah tersebut kemudian dikirim oleh VLCC Success Enterprise (MT SC Enterprise)  yang dioperasikan Pertamina International Shipping ke STS Tuban untuk diolah di kilang Pertamina guna memenuhi kebutuhan energi nasional.

Sementara President ExxonMobil Indonesia Irtiza Sayyed mengatakan dengan dukungan Kementerian ESDM, SKK Migas, Pemerintah Daerah, Engineer, PT Pertamina, BKS PI dan Exxonmobil bisa melakukan pengapalan ke-700 minyak mentah dari Blok Cepu.

“Ada berbagai tantangan operasional yang kita hadapi dan juga ada pembatasan terkait protokol kesehatan Covid-19, namun bisa menghasilkan secara maksimal tanpa adanya kecelakaan kerja,” ujar Irtiza.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, VLCC MT SC Enterprise akan mengangkut 1 juta barel minyak mentah yang merupakan kargo bagian Pemerintah (850 ribu barel) dan BKS PI (150 ribu barrel).

“Capaian lifting ke-700 Blok Cepu ini secara kumulatif lebih dari 475 juta barel minyak, atau lebih tinggi dari perkiraan  keseluruhan volume cadangan minyak terproduksikan saat rencana awal Plan of Development (PoD) sebesar 450 juta barel,” ungkap Nicke.

Ia mengatakan pengapalan ke-700 ini membuktikan bahwa secara teknis kemampuan yang luar biasa, karena hasilnya melebihi dua kali dari yang direncanakan.

“Dengan sinergi, kita bisa mengoptimalkan produksi. Jadi pengapalan minyak mentah ke-700 akan  diangkut oleh kapal yang dioperasikan oleh  Pertamina International Shipping yang kemudian akan diproses di kilang-kilang Pertamina,” ujar Nicke.

Mengingat tingginya risiko pekerjaan lifting, Nicke berpesan agar insan Pertamina tetap semangat, selalu fokus dan mengutamakan aspek Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan Lingkungan (HSSE) dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, sehingga operasional Lifting dapat dilaksanakan secara aman dan lancar.

“Harapan ke depan, semoga  kerja sama yang baik dan solid yang selama ini telah dilakukan tetap dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan, mengingat  tingkat produksi yang diperkirakan akan stabil di level 200 MBOPD, sehingga bisa mendukung ketahanan energi nasional,” imbuh Nicke.

 

BACA JUGA  Dirjen Minerba diminta Maksimalkan PNBP sesuai APBN-P ke-2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *