METI Mencatat Skema BOOT Kendala Pengembangan EBT

Jakarta,RuangEnergi.comMasyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mencatat bahwa satu kendala pengembangan energi terbarukan adalah adanya skema bisnis BOOT.

Skema build, operate, own, transfer (BOOT) atau penyerahan aset pembangkit listrik ke PLN di sektor pengadaan listrik EBT dirasakan sebagai kendala pengembangan bisnis EBT di sektor pembangkitan.

ketua umum meti
Ketua Umum METI Surya Darma

“Sebagaimana diketahui, untuk mendapatkan pembiayaan dalam pengembangan energi terbarukan adalah pihak perbankan. Penggunaan skema BOOT menyebabkan tidak mendapat persetujuan dari Bank. Bankanility dari proyek tidak bisa dipenuhi dan karena itu upaya itu diusulkan untuk diubah. Itulah yg dilakukan pak Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Permen No.4 tahun 2020 sebagai amandemen terhadap Permen No.50 tahun 2017,” kata Ketua Umum METI Surya Darma ketika obrol santai dengan ruangenergi.com via whatsapp, Senin (28/9/2020) di Jakarta.

Menurut dia,skema bisnis boleh BOO dan boleh juga BOOT. Itu diserahkan pada negosiasi business to business antara developer dan PLN. Selama ini negosiasi tidak bisa dilakukan karena sudah diatur harus BOO.

METI mendorong skema BOO juga. Dan itu sudah dilakukan beberapa kajian bersama Mc Kinsey dan HHP. Memang jika BOOT tidak mungkin dapat loan dari Bank karena pengembang EBT harus project financing kecuali ada guarantee dari aset lain.

“Untuk mengembangkan energi terbarukan sesuai dengar target KEN itu sampai tahun 2025 butuh biaya sampai 100 milyar USD. Ini kan masalah besar jika tidak bankable.Kalau APBN ya tidak ada masalah. Ini soal BOO dan BOOT kan menyangkut bankanility project. Kalau tidak bankable, berarti tidak mungkin mendapatkan pendanaan dar Bank. Berarti tidak mungkin ada yang mau membiayai,” tegasnya.

Surya menambahkan bahwa mengembangkan energi terbarukan sesuai dengar target KEN itu sampai tahun 2025 butuh biaya sampai 100 milyar USD. Ini kan masalah besar jika tidak bankable.Kalau APBN sanggup biayai, ya tidak perlu kita pikirkan soal skema bisnis. 100 milyar itu kan sama dengan 1500 triliun. Pasti tidak mungkin dari APBN.

BACA JUGA  Mengurai Tantangan Pengembangan Energi Panas Bumi

Hapus Skema

Dalam catatan ruangenergi.com,disebutkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghapus skema build, operate, own, transfer (BOOT) atau penyerahan aset pembangkit listrik ke PLN di sektor pengadaan listrik EBT.

Penghapusan skema BOOT tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 2020 yang merupakan Perubahan Kedua atas Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Sebelumnya, perubahan pertama Permen 50/2017 diatur melalui Permen ESDM Nomor 53 Tahun 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *