Subholding Pertamina

Pacu Kehandalan Operasi dan Proyek Sarfas Energi di Tuban, Kementerian BUMN dan 3 Subholding Pertamina Lakukan MWT

Jakarta, Ruangenergi.com – Pasca restrukturisasi dan transformasi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), berbagai akselerasi program dan kegiatan dilaksanakan untuk mendongkrak performa kinerja dan pelayanan Pertamina di bidang energi.

Salah satu yakni Pertamina International Shipping (PIS) yang telah bertransformasi menjadi Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) juga terus mengambil aksi korporasi untuk mengembangkan bisnis dan agresif dalam meningkatkan profit dan revenue perusahaan.

PIS menerima pengalihan pengelolaan dari 6 terminal strategis dari Pertamina (Persero) sebagai implementasi pengembangan sektor bisnis logistics dan storage, yaitu Integrated Terminal Tanjung Uban, Kotabaru, Bau-Bau, Pulau Sambu, Terminal LPG Tuban, dan Tanjung Sekong.

Dalam proses transformasi dilaksanakan oleh perseroan telah sesuai dengan agenda kedaulatan energi dari Kementerian BUMN sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah.

Dalam rangka mengawal proyek strategis nasional, Kementerian BUMN bersama Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Patra Niaga (PPN), dan Kilang Pertamina Internasional (KPI) melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Proyek dan Sarfas Energi yang ada di Tuban, Jawa Timur.

Kegiatan MWT dilaksanakan di Unit Usaha Terminal LPG Refrigerated Tuban, Petrokimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama, dan Terminal BBM Tuban.

Hadir dalam MWT, Luziah, Koordinator Keasdepan Bidang Industri Energi, Minyak dan Gas, Kementerian BUMN yang disambut oleh perwakilan Pertamina Holding SVP Infrastructure Integration & Optimization, Arief Sudibyo, Direktur Armada PIS, I Putu Puja Astawa, Direktur Keuangan PIS, Diah Kurniawati, Direktur Rekayasa & Infrastruktur Darat, Eduward Adolof Kawi, Pth Direktur Utama Peteka Karya Tirta (PKT) Musirini, dan EGM Region Jatimbalinus, Deny Djukardi W beserta jajaran. PIS melalui PKT ditunjuk untuk mengelola terminal LPG Tuban.

“Tujuan dibangunnya terminal LPG Tuban ini adalah menggantikan floating storage LPG di Kalbut yang menggunakan 2 unit Tanker VLGC, dan menjamin kehandalan suplai pasokan LPG di wilayah Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara dan wilayah Indonesia Timur,” papar Puja Astawa, Direktur Armada PIS.

Senada dengannya, Direktur Keuangan PIS, Diah Kurniawati, menambahkan bahwa hadirnya terminal LPG di Tuban mampu menekan biaya operasional.

“Dengan hadirnya Terminal LPG Tuban kita mampu melakukan penghematan biaya dalam proses rantai distribusi LPG,” terang Diah.

Sementara, Koordinator Keasdepan Bidang Industri Energi, Minyak dan Gas, Kementerian BUMN, Luziah, mengatakan bahwa akan sangat penting bagaimana dalam membangun infrastruktur energi yang efisien.

“Menjadi sangat penting bagaimana kita membangun infrastruktur energi yang tepat dan efisien, dengan komitmen yang kuat dari PIS sebagai Subholding IML dan kesiapan PKT mengelola 6 terminal, Kementerian BUMN yakin akan kehandalan operasional terminal tersebut dan melakukan langkah-langkah pengembangan strategis lainnya,” papar Luziah.

Sebagaimana diketahui, terminal LPG Refrigerated Tuban saat ini dalam tahap pembangunan. Meliputi sarana fasilitas 2 tangki refrigerated berkapasitas 44.000 MT dan 2 tangki pressurized berkapasitas 2.500 MT serta didukung 3 jeti yang berkapasitas 65.000 DWT.

BACA JUGA  Arifin Tasrif Minta Pertamina Percepat Pembangunan Kilang Tuban

Pihaknya menambahkan Terminal LPG Tuban ditargetkan selesai tahap commisioning dan beroperasi penuh pada tahun 2024.

Direktur SDM Pertamina, Erry Sugiharto, didampingi Direktur Utama PIS, Erry Widiastono, Direktur Perencanaan Bisnis, Wisnu Medan Santoso, Komisaris PIS, Achmad Hidayat, dan Direktur SDM Pertamina Power Indonesia (PPI), Said Reza Pahlevy juga melaksanakan kegiatan MWT di Integrated Terminal Tanjung Uban, Kepri yang juga merupakan salah satu dari 6 terminal yang dialihkan kepada PIS.

“Penyiapan dan pemenuhan manpower yang capable menjadi faktor prioritas dalam pengelolaan 6 terminal yang sekarang di kelola oleh PKT dibawah Subholding IML, hal ini akan kita bahas di tingkat Direksi, sehingga transisi dan transfer terminal tidak mengganggu operasional,” terang Erry Sugiharto.

Sementara, Direktur Utama PIS, Erry Widiastono, mengatakan bahwasanya dibutuhkan kesiapan SDM, baik dari PIS maupun dari holding Pertamina untuk mewujudkan operational excellence dan upgrading terminal untuk menangkap peluang kerja sama dengan pihak ketiga khususnya dengan Skema Supplier Held Stock.

Selain melihat kehandalan sarfas, kunjungan ini juga menjajaki sinergi PIS Subholding IML dengan PPI terkait pembangunan Pembangkit Listrk Tenaga Surya (PLTS) di Tanjung Uban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *