Dwi Soetjipto

Pandemi Covid19 Rubah Iklim Aktivitas Hulu Migas

Jakarta, Ruangenergi.com  – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut Pandemi Covid-19 menjadi faktor untuk mendorong inovasi disektor hulu migas berbasis digital.

Terlebih lagi, Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi, namun telah merubah cara orang melakukan pekerjaan, termasuk melakukan pekerjaan secara work form home (WFH) dan penggunaan teknologi digital akan semakin masif.

Untuk itu, SKK Migas menyelenggarakan kegiatan Facility Management Forum (FMF) 2020 yang dilaksanakan secara virtual bertemakan Work Lifa After Pandemi.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan, Pandemi Covid-19 telah merubah cara bekerja di industri hulu migas.

“Bekerja di rumah/work from home adalah salah satu cara yang harus dilakukan. Pola kerja secara WFH kedepannya akan menjadi salah satu opsi. Tantangannya adalah bagaimana agar produktivitas dapat dijaga dan bisa ditingkatkan,” jelas Dwi, (30/09).

Menurutnya, perkembangan revoluasi industri 4.0, menjadikan semuanya serba otomatis dan pelaksanaan pekerjaan secara digital adalah sebuah keharusan agar daya saing meningkat dengan biaya yang semakin efisien.

BACA JUGA  PGN Tandatanganani LoA Tahap Ketiga dengan Produsen Gas Bumi

Pihaknya mencatat, pada 2019 SKK Migas telah menetapkan formasi hulu migas dengan salah satu pilar yakni digitalisasi yang telah diterapkan pada layanan perijinan melalui one door service policy (ODSP) yang telah mengadopsi beberaya layanan secara digital dan integrated operation center (IOC).

Dwi menambahkan munculnya Pandemi Covid-19 menjadi faktor untuk mendorong inovasi hulu migas berbasis digital.

“Kami bersyukur, sampai Agustus 2020 kinerja hulu migas untuk lifting minyak melebihi target APBN-P. Ini menunjukkan fakta bahwa transformasi digital hulu migas dapat mengurangi dampak dari Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dwi menjelaskan, SKK Migas mendukung pelaksanaan FMF 2020 dan diharapkan dapat menemukan inovasi baru dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja hulu migas, terutama bagaimana pelaksanaan Work Life After Pandemi.

“Forum ini sangat strategis, karena kerja keras SKK Migas dan KKKS agar kinerja hulu migas 2021 tidak turun serta dapat direalisasikannya Visi produksi 1 juta barrel minyak dan 12.000 MMSCFD gas di 2030,” tandas Dwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *