FSRU Jawa Satu

Pemanfaatan LNG Indonesia

Jakarta,ruangenergi.com-Pemanfaatan LNG Indonesia sendiri menunjukkan pertumbuhan yang besar yang ditunjukkan semakin besarnya porsi LNG domestik dibandingkan LNG ekspor. Pada tahun 2020, ekspor LNG hanya mencapai 34,5% dan sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri. Hal ini berbeda sekitar 10 tahun yang lalu di mana ekspor LNG di atas 50%.

Untuk meningkatkan pemanfaatan LNG di dalam negeri, berbagai upaya telah dijalankan oleh Pemerintah. Di sisi pasokan, Pemerintah terus mendorong peningkatan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi melalui penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi dan didukung dengan kebijakan kemudahan investasi dan berbagai insentif.

Di sisi permintaan, Pemerintah Indonesia semakin agresif dalam membangun berbagai infrastruktur gas, termasuk LNG, terutama untuk mendukung kebutuhan bahan bakar maupun bahan baku industri di dalam negeri.

Keseriusan tersebut salah satunya dilakukan melalui dikeluarkannya Keputusan Menteri Nomor 13 tahun 2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, serta Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik. Berdasarkan Kepmen tersebut, pembangunan infrastruktur LNG yang akan dibangun berada di wilayah timur Indonesia.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi bekerja sama dengan Japan Cooperation Centre Petroleum (JCCP) menyelenggarakan Training LNG Terminal Maintenance and Inspection secara daring/konferensi video tanggal 13 hingga16 Juli 2021.

Training diikuti 30 peserta yang berasal dari Kementerian ESDM dan BPH Migas, bertujuan agar para peserta diharapkan memahami praktek dan penerapan teknologi terkait proses inpeksi dan pemeliharaan LNG Terminal di Jepang, serta terjadinya tukar pikiran/informasi antara para pihak dan pengembangan lebih lanjut kolaborasi potensi bisnis.

BACA JUGA  SP SKK Migas Berharap DIM RUU Migas Perhatikan Nasib Pekerja Migas

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengucapkan terima kasih kepada Japan Cooperation Center Petroleum (JCCP) yang telah bersedia bekerja sama untuk memfasilitasi pelaksanaan training, sebagai upaya peningkatan kapasitas pegawai di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Mengingat semakin banyaknya infrastruktur LNG, dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan dari pegawai Kementerian ESDM untuk mengawasi standar dan keamanan infrastruktur LNG tersebut,” katanya.

Tutuka mengharapkan agar kegiatan ini semakin mempererat kerja sama kedua institusi, terutama dalam menambah wawasan serta kemampuan para pegawai. Sejak tahun 1986 sampai dengan Juni 2021, sebanyak 160 orang dari pejabat dan pegawai di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah mengikuti kursus dan kegiatan yang diadakan oleh JCCP.

Apresiasi Jepang

Pihak JCCP, CEO JCCP Mr. Tsuyoshi Nakai, mengapresiasi Menteri ESDM atas dukungannya bagi JCCP Annual Cooperation Plan, di mana Menteri ESDM dalam kesempatan tersebut berharap kerja sama Kementerian ESDM dan JCCP dapat diperpanjang dan diperkuat di berbagai bidang.

Nakai juga berterima kasih kepada Dirjen Migas yang sudah mendukung kerja sama dan diklat bidang LNG ini, serta berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu sebaik-baiknya dan semoga berguna di masa depan.

Sebagai informasi, pada tahun 2020, total cadangan terbukti gas bumi Indonesia mencapai 62,4 TCF. Dengan cadangan tersebut, produksi gas bumi diperkirakan masih akan berlangsung hingga 18 tahun ke depan. Sementara itu, peranan gas bumi dalam bauran energi nasional ditargetkan mencapai 25% pada tahun 2025, dan 24% pada tahun 2050. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan gas bumi di dalam negeri masih akan tetap tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *