Tuban, Jawa Timur, ruangenergi.com — Kabar dugaan kelangkaan LPG tabung 3 kg di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, langsung direspons cepat oleh pemerintah. Sabtu (11/4/2026), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, turun langsung ke lapangan memimpin inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kondisi riil distribusi gas bersubsidi tersebut.
Didampingi jajaran pejabat dari Kementerian ESDM dan PT Pertamina Patra Niaga, rombongan menyisir titik-titik krusial distribusi—mulai dari hulu hingga pangkalan. Fokus utama: menjawab keresahan masyarakat yang sempat diwarnai antrean panjang pembelian LPG 3 kg.
Di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Purbaya Bagelen Mandiri, Laode mengamati langsung proses pengisian hingga distribusi. Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari penimbangan tabung hingga uji kebocoran. Hasilnya? Tidak ditemukan masalah berarti.
“Dari hasil sampling, berat tabung sudah sesuai ketentuan—minimal 8 kilogram, termasuk isi gas dan berat tabung. Tidak ada kebocoran, dan proses distribusi berjalan lancar,” ujar Laode di sela kunjungan, dikutip dari website MIGAS.
Tak berhenti di SPBE, rombongan melanjutkan sidak ke pangkalan LPG yang sebelumnya dilaporkan mengalami lonjakan antrean, seperti Pangkalan Dwi Nuriana Mu’jiroh dan Pangkalan Sukadir. Di lokasi ini, pemerintah mengecek langsung stok, harga jual, hingga pola distribusi dari agen ke pangkalan.
Hasilnya menunjukkan kondisi yang mulai stabil. Antrean yang sempat terjadi pada awal pekan kini telah mereda.
“Beberapa hari lalu sempat terjadi antrean, tapi hari ini sudah tidak ada lagi. Distribusi kembali normal dan masyarakat terlayani dengan baik,” jelas Laode.
Dari sisi operator, Pertamina memastikan pasokan tetap terjaga. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga ketersediaan LPG di seluruh wilayah, termasuk regional Jatimbalinus.
“Kami pastikan stok selalu tersedia di pangkalan. Masyarakat tidak perlu membeli berlebihan. Gunakan LPG secara wajar,” ujarnya.
Pemerintah pun menutup sidak dengan pesan tegas: tidak perlu panik. Ketersediaan LPG 3 kg dipastikan aman, dan distribusi terus dipantau agar tetap lancar.
Dengan kondisi yang kini berangsur normal, masyarakat Tuban diharapkan dapat kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran—tanpa antre, tanpa panik.


