Peringati HUT RI, PT Pertamina Hulu Indonesia dan SKK Migas Dukung Penanaman 1.708 Pohon di Kawasan Ibu Kota Nusantara

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, ruangenergi.com – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) berpartisipasi dalam kegiatan penanaman 1.708 pohon dari 19 spesies di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kolam Retensi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/08/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 2.300 peserta tersebut merupakan bagian dari program “Merdeka Bersama Alam” yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dari 1.708 pohon yang ditanam, sejumlah di antaranya merupakan jenis pohon kayu endemik khas Kalimantan, seperti ulin, meranti, bangkirai, dan gaharu. Selain itu, ditanam pula berbagai jenis tanaman buah yang dapat menjadi sumber pakan bagi satwa.

Kegiatan penanaman tersebut juga tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penanaman bibit pohon terbanyak dalam satu waktu di taman kota. Dalam kegiatan ini, para peserta penanaman pohon berasal dari unsur pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, Pramuka, dan masyarakat sekitar sehingga menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penghijauan kawasan IKN.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan penghijauan di Nusantara perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan yang dilaksanakan saat momentum tertentu. Menurutnya, penanaman pohon perlu menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Penanaman pohon di kawasan Nusantara harus menjadi budaya yang melekat secara berkelanjutan, bukan sekadar momentum seremonial kegiatan,” imbuhnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kegiatan menjaga lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika memperingati hari besar.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan penanaman pohon sebagai lifestyle atau gaya hidup, bukan hanya memperingati hari-hari besar, tapi karena kita memang butuh,” kata Basuki.

Sementara itu, Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan keterlibatan Perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen dan kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan di wilayah Kalimantan. Menurut dia, kolaborasi antara sektor hulu migas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. PHI bersama SKK Migas Kalsul mendukung penghijauan di IKN sebagai bagian dari kontribusi sektor hulu migas dalam menjaga fungsi ekologis kawasan,” ujar Muharram.

Ia menambahkan, keberhasilan penanaman pohon tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh aktivitas pemeliharaan dan keterlibatan berbagai pihak setelah penanaman dilakukan.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis jangka panjang. Karena itu, pemeliharaan dan keterlibatan berbagai pihak menjadi hal penting,” katanya.

Penghijauan kawasan DAS Sanggai sejalan dengan konsep Forest City yang dikembangkan di IKN. Konsep tersebut menempatkan hutan dan ekosistem alami sebagai bagian penting dalam pengembangan kota. Keberadaan vegetasi di kawasan DAS juga berperan dalam menjaga fungsi tata air, mendukung habitat satwa, serta mempertahankan keanekaragaman hayati.

Melalui kegiatan “Merdeka Bersama Alam”, PHI tidak hanya menegaskan dukungan terhadap upaya penghijauan dan pengelolaan lingkungan, tetapi juga membangun kolaborasi untuk menjaga ekosistem di Kalimantan, khususnya dalam hal ini IKN. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang secara berkelanjutan