Menlu Retno Marsudi

Perkuat Hubungan Bilateral, Menlu Sebut Pertamina Lakukan Kerjasama dengan Perusahaan Asal Bidang Kesehatan

Jakarta, Ruangenergi.com – Pemerintah Indonesia melakukan kunjungan bilateral ke Pemerintah Turki. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia dan PT Pertamina (Persero) serta PT Waskita Karya.

Dalam laman YouTube MoFA Indonesia, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengungkapkan bahwa dalam kunjungan tersebut pemerintah dan BUMN melakukan sejumlah kesepakatan di sektor industri kesehatan hingga konstruksi.

“Selama berada di Turki dalam rangka kunjungan bilateral resmi, saya melakukan beberapa pertemuan. Kunjungan kali ini saya didampingi oleh tim Kemenkes, Pertamina, dan PT Waskita Karya. Secara terpisah baik Kementerian Kesehatan, Pertamina dan PT Waskita Karya, melakukan pertemuan secara terpisah dengan masing-masing mitranya,” terang Retno Marsudi.

Dia menyebut, Pertamina melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina juga melakukan kerja sama di bidang kesehatan.

“Pertamina melalui PT Kilang Indonesia, telah melakukan pembicaraan dengan salah satu perusahaan farmasi terkemuka Turki Abdi Ibrahim. Pemerintah berharap kerja sama industri farmasi ini dapat memperkuat pemenuhan pasokan kebutuhan domestik, dan dapat mengurangi impor bahan baku obat kita,” jelasnya.

Sementara, Kerja sama yang dilakukan oleh PT Waskita Karya adalah di bidang konstruksi. Retno menyebutkan WSKT telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Nurol Company Turki.

“Saya juga melakukan pertemuan dengan para pebisnis Turki di bidang konstruksi. Saya turut menyaksikan letter of intent antara PT Waskita Karya dan Nurol Company mengenai kerjasama strategis. Dalam proyek konstruksi penandatangan ini penting karena dapat membuka jalan bagi Waskita dan Nurul untuk memperluas kerja sama untuk upaya pembangunan di negara ketiga,” ungkapnya.

Selain itu, kesepakatan kerja sama yang dibawa Kemenkes RI dari Turki mengenai pengakuan sertifikat vaksin kedua negara. Kerja sama itu terbentuk dalam Mutual Recognition on Vaccine Certificates, yang digunakan untuk mempermudah wisatawan kedua negara Indonesia dan Turki.

“Dengan pokok-pokok yaitu pengakuan bersama Interoperabilitas Sertifikat Vaksin dan hasil tes PCR kedua negara dan pengakuan serta penerimaan semua jenis yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari WHO dan dari instansi berwenang kedua negara, serta penerapan protokol kesehatan bagi perjalanan kedua negara. Pengembangan kerjasama ini dilakukan Kementerian Kesehatan kedua negara,” tutup Retno Marsudi.

BACA JUGA  Pemerintah Jaga Aturan Ekpor Batubara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *