Pertamina Bantu Permodalan dan Pemasaran  Ribuan UMKM

Jakarta, Ruangenergi.com – VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero),  Fajriyah Usman mengatakan, bahwa BUMN di Indonesia dibentuk dengan lima tugas, dan salah satu yang paling dominan adalah membantu dan memberdayakan UMKM agar tumbuh optimal apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Hal ini disampaikan Fajriyah saat menjadi pembicara pada webinar, yang digelar Ruangenergi.com di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

“Saat ini ada lebih dari 4.000 UMKM binaan Pertamina yang dibantu Pertamina dalam permodalan, pemasaran bahkan membuka Pertamina Virtual Expo 2020 yang baru digelar kemarin,” tukasnya.

Menurut Fajriyah, seluruh UMKM unggulan dengan aneka produk ikut dalam event pemasaran kelas dunia itu.

“Dan hasilnya cukup luar biasa, karena ratusan UMKM unggulan binaan Pertamina hadir dengan lebih dari seribu produk yang diminati pembeli termasuk pembeli dari mancanegara. Komitmen ekspor yang didapat dari event itu mencapai puluhan miliar rupoah,” papar Fajriyah.

Lebih jauh ia mengungkapkan, Pertamina termasuk unit usaha di daerah juga membeli atau menjadi offtaker aneka produk UMKM binaan.

“Dan ini membuat, roda usaha mereka tetap berjalan, dan likuiditas UMKM di daerah tetap normal dan bisa membuka lapangan kerja baru di daerah,” tukasnya.

Sementara itu, melalui bantuan permodalan Bright Gas, Pertamina juga telah mengucurkan dana hingga Rp 22 miliar lebih dan telah membantu ribuan UMKM khususnya agen/penyalur LPG.

“Selain membantu menjual produk Pertamina, keberadaan UMKM itu ikut menggerakkan ekonomi di daerah,” rutup Fajriyah.

Program PKBL dan CSR
Pada kesempatan yang sama, Direktur Human Capital dan Management PT PLN (Persero) Syofvi Roekman mengatakan, bahwa pihaknya aktif membantu UMKM baik melalui program PKBL maupun CSR. Program tersebut tersebar di seuruh Indonesia, terutama di sekitar kantor atau unit usaha PLN.

“Selama tahun 2020, nilai bantuan untuk UMKM dari PLN mencapai angka Rp 30,7 miliar. Selain itu, PLN juga memberikan diskon tambahn daa sampai 75% atau pelanggan yang akan tamba daya hanya membayar 25% dari biaya normal,” jelasnya.

Ditambahkan, mengingat situasi pandemi yang secara ekonomi cukup sulit, maka PLN turut membantu UMKM bertahan di tengah beratnya kondisi perekonomian dengan memberikan setidaknya dua stimulus.

BACA JUGA  BPH Migas: BU Penugasan Wajib Kendalikan Penyaluran BBM

Stimulus pertama, kata dia, adalah keringanan angsuran dengan menurunkan besar angsuran pinjaman dan atau memperpanjang jangka waktu angsuran bagi UMKM.

“Kedua, keringanan biaya penyambungan sampai 75% bagi UMKM atau IKM yang akan melakukan tambah daya. Jika UMKM itu adalah industri yang mulai 450 VA itu gratis biaya listrik, kemudian kami juga memberikan tambahan daya 75% sampai misalnya UMKM itu membutuhkan listrik hingga 16,5 KVA,” paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan, melalui PKBL dan CSR PLN, terdapat sekitar 30 mitra binaan yang diberikan bantuan sumber daya program kemitraan dan ada 68 yang diberikan bantuan CSR.

“Jadi, UMKM kita yang setiap tahun rata-rata naik kelas ada 90 mitra binaan dengan total di tahun 2020 sekitar Rp 3,4 miliar, baik BUMN khusus maupun PLN. Sedangkan untuk penyaluran bantuan yang bersumber dari dana bina lingkungan dan CSR ada sekitar Rp21,1 miliar pada tahun 2020,” tutup Syofvi.(SF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *