pekerja pertamina ep

Pertamina EP Apresiasi Dukungan SKK Migas

Jakarta,Ruangenergi.com-PT Pertamina EP (PEP),anak usaha dari PT Pertamina (Persero) diminta  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas bumi (migas).

Atas hal tersebut,PT Pertamina EP mengapresiasi support dari semua tim SKK Migas ke PEP untuk bisa tetap survive di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

eko agus

“Kita apresiasi support dari semua team SKK ke PEP yg sangat baik sekali untuk kita bisa tetap survive.Memang berat di 2020 karena Pandemi Corona 19, utk Gas karena banyak konsumen akhir yang terpapar dampak Covid 19 sehingga serapan / liftingnya tidak maksimal hal ini juga berdampak pada penurunan kondensat / liquid yangg berdampak juga pada volume produksi minyak karena volume kondensat dihitung bersama vokume minyak sebagai liquid,” kata Direktur Utama PT Pertamina EP Eko Agus Sardjono kepada ruangenergi.com,Kamis (27/8/2020) di Jakarta.

Eko menambahkan,PEP akan lakukan  best effort dengan dukungan semua pihak internal dan eksternal untuk bisa mengoptimalkan produksi dgn terus konsisten menerapkan protokol covid 19 agar dapat terus beroperasi secara aman dan optimal.

Dia menjelaskan juga karena serapan gas konsumen turun maka produksi gas turun dampaknya volume kondensat juga turun

Data SKK Migas

Menurut data SKK Migas per 31 Juli 2020, produksi minyak Pertamina EP sebesar 80.336 barel minyak per hari (bopd) dan lifting minyak sebesar 78.661 bopd dengan pencapaian 87% terhadap target lifting APBN yaitu 90.000 bopd.

Kemudian dilaporkan untuk gas, produksinya sebesar 866 juta standar kaki kubuk per hari (mmscfd) dan lifting gas sebesar 667 mmscfd atau 85% dari target APBN sebesar 787 mmscfd.

BACA JUGA  Selesaikan Completion, PEPC Bersiap Untuk Pindah Rig

susana kurniasih

Itu sebabnya dinilai oleh SKK Migas,pencapaian kinerja Pertamina EP berada dibawah rata-rata secara nasional yang saat ini sebesar 96,5% untuk lifting minyak dan 93,5% untuk salur gas dari target APBN.

“Sebelumnya, pada Juni 2020 Manajemen SKK Migas telah berkoordinasi dengan Dirut Pertamina (Persero) untuk meminta Pertamina EP melakukan optimalisasi kegiatan operasinya. Namun kami monitor kinerja mereka hingga kini masih di bawah target,” ujar Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi Susana Kurniasih di Jakarta (26/8).

SKK Migas kembali meminta Pertamina EP agar agar mengoptimalkan kinerja mereka sesuai dengan target yang telah disepakati bersama dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2020.

Manajemen SKK Migas meminta agar Pertamina EP fokus pada peningkatan kegiatan sumur pengembangan, kerja ulang, dan perawatan sumur.

“Kegiatan sumur pengeboran baru terealisasi 43 dari 96 kegiatan, kegiatan kerja ulang 99 dari 204 kegiatan, dan untuk perawatan sumur 1.844 dari 2.852 kegiatan. Hal ini yang menyebabkan pencapaian produksi dan lifting migas belum tercapai” tutur Susan.

Komitmen SKK Migas

SKK Migas juga berkomitmen membantu Pertamina EP untuk merealisasikan RKA 2020. Dia menyebutkan bahwa RKA ini kan merupakan komitmen bersama.

SKK Migas,lanjutnya,akan berupaya secara maksimal agar Pertamina EP tidak menghadapi kendala dan hambatan dalam merealisasikannya, seperti kendala perizinan dan persetujuan, SKK Migas akan membantu secara penuh.

“Kami menyadari bahwa pada tahun 2020 ini banyak tantangan yang harus dihadapi seperti harga minyak yang belum stabil dan pandemi COVID 2019. Namun kita tidak boleh pasrah dengan keadaan, harus kerja secara extra ordinary,” demikian Susana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *