offshore mahakam

Pertamina Hulu Mahakam Bor 44 Sumur Pengembangan dan 2 Sumur Eksplorasi

Jakarta,RuangEnergi.com-PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM),anak usaha dari PT Pertamina (Persero),memastikan pihaknya merencanakan untuk membor 44 (empat puluh empat) sumur pengembangan (development well) dan 2 (dua) sumur eksplorasi (exploration well) di blok Mahakam, Kalimantan Timur pada 2021 mendatang.

Rinciannya, lapangan Handil 22 sumur, lapangan SisiNubi 3 sumur, lapangan South Mahakam 7 sumur, lapangan Tambora 2 sumur, dan lapangan Tunu 10 sumur.

Kemudian untuk sumur eksplorasi,PHM merencanakan sumur Tunu Deep East (Komitmen pasti)
dan sumur Manpatu – South Mahakam (status akan diajukan).

agus amperianto

“PHM merencanakan untuk membor 44 sumur pengembangan dan dua sumur eksplorasi.  Di Blok Mahakam pada tahun 2021,” kata General Manager PHM Agus Amperianto kepada ruangenergi.com,Jumat (9/10/2020) di Jakarta.

Dalam catatan ruangenergi.com, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan Proyek Peciko 8A mulai beroperasi pada November 2020 mendatang guna berkontribusi pada upaya penahanan laju penurunan produksi migas di Blok Mahakam, lepas pantai Kalimantan yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Mahakam.

BACA JUGA  Medco Targetkan Produksi Migas 2020 Capai 100-105 MBOEPD

Hal ini dikarenakan saat ini Proyek Peciko 8A ini telah memasuki tahap peluncuran ke laut (Sail Away). Proyek Peciko 8A merupakan proyek pemasangan booster compressor dan berbagai komponen pendukungnya, serta modifikasi anjungan yang akan dilakukan di anjungan SWP-G Lapangan Peciko, Blok Mahakam.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan proyek ini menjadi upaya dalam mempertahankan tingkat produksi di Blok Mahakam. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas ke 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2030.

“Dengan fasilitas tambahan ini, diharapkan upaya mempertahankan penyediaan gas sebesar 8 MMSCFD dapat tercapai dan akan terjadi penambahan produksi di Lapangan Peciko sebesar 7,3 miliar standar kaki kubik (BSCF) gas dan 18,4 ribu barel kondensat,” ungkapnya dalam keterangan resmi SKK Migas pada Kamis (17/09/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *