Pertamina Salurkan LPG 3kg Perdana ke Kecamatan Tertinggal di Donggala

Jakarta, Ruangenergi.com – Proses tabung LPG berwarna hijau diturunkan dari mobil-mobil Double Cabin 4 WD (4 Wheel Drive) disaksikan sejumlah warga Desa Dangara, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala.

Sales Area Manager Pertamina Sultengbar Arwin Agustri Nugraha bersama Bupati Donggala Kasman Lassa, mengawal langsung penyaluran perdana LPG 3kg ini menggunakan motor trail pada saat cuaca sedang hujan.

Ia juga sekaligus langsung melakukan sosialisasi kepada warga terkait mekanisme distribusi tabung LPG 3kg ke daerah tersebut dan cara menggunakan tabung LPG 3kg tersebut.

Penyaluran LPG 3 Kg perdana di Kecamatan Pinembani ini merupakan bagian dari pemekaran outlet atau pangkalan LPG 3 Kg melalui program One Village One Outlet (OVOO) yang diinisiasi Pertamina sebagai upaya menjangkau lebih dekat produk LPG ke masyarakat hingga ke pelosok.

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon seluler, Unit Manager Communication Relation dan CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, saat ini di Sulawesi melalui program OVOO telah terdapat 26.512 pangkalan LPG 3 Kg yang beroperasi di 851 kecamatan dan 7.303 desa/kelurahan.

“Dengan jumlah penyebaran ini maka hampir seluruh kecamatan dan desa/kelurahan di Sulawesi yang menjadi target program telah tersedia pangkalan LPG 3Kg. Untuk wilayah Sulawesi Tengah sendiri program OVOO telah menjangkau 299 Desa,” ujarnya.

Laode pun menjelaskan bahwa penyaluran Perdana di Kecamatan Pinembani didistribusi langsung melalui agen ke 6 pangkalan  yang telah didirikan untuk suplai kebutuhan LPG 3 kg di 6 desa sebagai pengganti pangkalan minyak tanah dan menjadi bagian dari program konversi Minyak Tanah ke LPG.

“Kecamatan ini sebetulnya diluar penugasan Kementerian ESDM, namun Pertamina berkomitmen penuh untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG Subsidi di wilayah ini, sehingga diharapkan dengan adanya pangkalan di Kecamatan Pinembani, masyarakat lebih mudah mendapatkan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sehingga harga kebutuhan pokok menjadi semakin terjangkau,” paparnya.

Pada pengiriman perdana LPG 3 Kg ini, sebanyak 140 tabung telah disebar untuk didistribusikan ke 6 pangkalan sekaligus melakukan uji coba kapasitas safety kendaraan pengangkut LPG mengingat medan di lokasi tersebut yang cukup ekstrem.

BACA JUGA  Bersinergi Mempersiapkan SDM Berkualitas Menjelang Revolusi Industri 4.0 di Tengah Tantangan Pandemi COVID-19

Sementara itu, Bupati Donggala, Kasman Lassa mengatakan Kecamatan Pinembani ini kondisinya jauh sehingga pelayanan energi seperti LPG ini sangat dibutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas usahanya untuk menjangkau masyarakat pelosok untuk dapat menghadirkan energi ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya

Kasman berharap dengan adanya pangkalan LPG 3 kg di daerah Kecamatan Pinembani ini dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

“Diharapkan akan ada perubahan pola pikir, masyarakat disini tidak lagi harus menggunakan kayu bakar dan ini merupakan upaya untuk mengubah mindset masyarakat serta membuat memasak jadi lebih praktis,” tambahnya.

Kecamatan Pinembani, termasuk daerah tertinggal yang masih ada di Kabupaten Donggala yang diputuskan berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020 – 2024. Lokasinya terletak sekitar 60 Km ke arah Barat Daya Kota Palu.

Kondisi jalan  berbatu dan tanah yang belum ada aspal sama sekali membuat waktu tempuh ke lokasi mencapai sekitar 3-4 jam apabila menggunakan kendaraan roda 4 dan 2-3 jam apabila menggunakan kendaraan roda 2. Itu dengan catatan tidak sedang hujan, apabila hujan mungkin bisa sampai 5 jam dengan mobil.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *