Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar baik kembali datang dari lapangan migas Indonesia. PetroChina International Jabung Ltd berhasil menyelesaikan pemboran Sumur Pengembangan NEB-124 di Wilayah Kerja Jabung. Hasil awal uji alir bahkan menunjukkan produksi gas pada lapisan utama mencapai 164 persen dari target WP&B.
Laporan tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Senin, 28 September 2026, dalam laporan Good News Bor & Komplesi.
Sumur NEB-124 mulai dibor pada 27 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB dan kegiatan pemboran telah diselesaikan pada September 2026 dengan kedalaman akhir 7.131 ft MD atau sekitar 5.179,88 ft TVD.
NEB-124 menjadi sumur pengembangan kelima yang telah dibor PetroChina di WK Jabung sepanjang 2026. Dari sisi komitmen kerja, PetroChina menargetkan pengeboran enam sumur pengembangan berdasarkan WP&B dan AFE yang telah disetujui SKK Migas.
Kini, pekerjaan memasuki tahap completion dan well testing. Hasil pengujian menunjukkan adanya aliran gas dan kondensat dari sejumlah lapisan produktif.
Pada lapisan UTAF-3C, uji alir menghasilkan 2,53 MMSCFD gas dan 72 BCPD kondensat.
Sementara lapisan LTAF-C, yang menjadi target utama, menghasilkan 3,61 MMSCFD gas dan 68 BCPD kondensat.
Adapun pada lapisan WG, hasil pengujian menunjukkan aliran sebesar 2,52 MMSCFD gas.
Gas Melampaui Target
Capaian paling menonjol datang dari lapisan LTAF-C. Produksi gas sebesar 3,61 MMSCFD telah mencapai 164 persen dari target WP&B sebesar 2,2 MMSCFD.
Artinya, hasil pengujian awal menunjukkan potensi produksi gas yang jauh di atas target yang telah ditetapkan.
Untuk kondensat, hasil sebesar 68 BCPD mencapai sekitar 88 persen dari target WP&B sebesar 76,9 BCPD.
Angka-angka tersebut masih merupakan hasil tahap well testing. Sumur selanjutnya akan memasuki tahap penyelesaian komplesi sebelum diarahkan menuju tahap produksi.
Biaya di Bawah AFE
Dari sisi biaya, pelaksanaan pemboran NEB-124 juga menunjukkan efisiensi.
Dengan nilai persetujuan AFE sebesar US$6,49 juta, total biaya hingga rig release yang diproyeksikan pada 5 Oktober 2026 diperkirakan mencapai US$4,69 juta.
Dengan demikian, biaya tersebut diproyeksikan sekitar 72 persen dari nilai AFE.
Capaian ini menjadi kombinasi menarik: target gas terlampaui, sementara biaya pemboran masih berada di bawah pagu AFE yang disetujui.
Sinergi SKK Migas dan PetroChina
SKK Migas menyebut keberhasilan pelaksanaan Sumur NEB-124 merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara SKK Migas, PetroChina International Jabung Ltd, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Keberhasilan tersebut diharapkan ikut memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi migas nasional sekaligus mendukung pencapaian target produksi dan penguatan ketahanan energi Indonesia.
SKK Migas berharap pekerjaan komplesi dapat segera diselesaikan dengan aman dan lancar sehingga Sumur NEB-124 dapat segera memasuki tahap produksi.
“Mohon doa, Insya Allah selesai pekerjaan komplesi segera berproduksi dengan aman, lancar dan selamat,” demikian pesan dalam laporan tersebut.
Bagi SKK Migas dan PetroChina, kabar dari NEB-124 menjadi satu lagi sinyal positif dari aktivitas pengeboran hulu migas nasional.
Doa dan BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA.


