Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat tata kelola dan keunggulan bisnis melalui penerapan standar internasional. Komitmen itu ditandai dengan keberhasilan PHR mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) yang mencakup ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018.
Ketiga sertifikasi tersebut masing-masing mencakup sistem manajemen mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sertifikat diserahkan di Jakarta pada Kamis (13/8), setelah PHR berhasil melewati proses surveillance kedua.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa ISO bukan sekadar sertifikat, melainkan instrumen untuk memastikan perusahaan terus melakukan perbaikan.
“ISO bukan sekadar sertifikasi atau selembar kertas yang kita banggakan karena mendapatkan validasi. Yang terpenting, standar tersebut mampu mendorong perbaikan sehingga organisasi menjadi lebih lincah, adaptif, dan fleksibel,” ujar Arifin.
Menurut dia, perusahaan yang unggul harus ditopang sumber daya manusia yang kompeten, prosedur yang andal, teknologi dan inovasi, serta kinerja yang terukur. Kepatuhan terhadap prosedur menjadi fondasi agar seluruh proses bisnis berjalan konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Arifin menyebut Zona Rokan sebagai salah satu wilayah operasi yang memiliki penerapan teknologi dan inovasi cukup lengkap dalam industri hulu migas. Mulai dari primary recovery, secondary recovery, hingga tertiary recovery telah diterapkan untuk mengoptimalkan produksi.
Ke depan, PHR juga menyiapkan penerapan teknologi dan metode pengembangan baru, termasuk pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK).
“Rokan merupakan salah satu yang terbaik. Apa pun yang ada di dunia migas, hampir semuanya ada di Rokan. Kita memiliki primary, secondary, tertiary, dan ke depan MNK juga segera diimplementasikan,” tutur Arifin.
Ia menambahkan, keunggulan perusahaan pada akhirnya harus tercermin dalam kinerja. Karena itu, PHR terus menjaga keseimbangan antara kualitas proses dengan hasil, baik dari sisi produksi, health, safety, security and environment (HSSE), maupun kinerja keuangan.
Perluas Cakupan Sertifikasi
PHR tidak hanya berkomitmen mempertahankan sertifikasi yang telah dimiliki, tetapi juga membuka peluang memperluas penerapan standar manajemen. Perluasan tersebut mencakup kemungkinan penerapan standar baru maupun perluasan area sertifikasi di Regional 1 yang meliputi Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4.
Direktur Commercial PT SUCOFINDO, Agus Permadi, mengapresiasi keberhasilan PHR mempertahankan tiga sertifikasi ISO hingga surveillance kedua.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan konsistensi PHR dalam menjalankan sistem manajemen sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Bagi PHR, penerapan standar internasional diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan sertifikasi. Sistem tersebut diarahkan menjadi bagian dari budaya perbaikan berkelanjutan, sehingga aspek mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja semakin terintegrasi dalam seluruh proses bisnis.
Dengan demikian, PHR menargetkan operasional yang semakin unggul, aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.

