Produksi Kembali Full Capacity, Pertamina EP Cepu Bidik Target Gas dan Kondensat 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kinerja produksi gas dan kondensat di Wilayah Kerja (WK) Cepu menunjukkan tren positif. Setelah sempat menghadapi tantangan akibat pekerjaan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PT Pertamina EP Cepu kini berhasil mengembalikan operasi ke kapasitas penuh dan optimistis mencapai target produksi hingga akhir tahun.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Ruby Mulyawan, di hadapan Komisi XII DPR pada Rabu (03/06/2026), mengungkapkan bahwa berbagai program perbaikan dan peningkatan reliability yang dilaksanakan sejak awal tahun telah memberikan hasil yang signifikan.

“Sebagaimana telah diketahui, wilayah operasi yang kami kelola secara langsung berada di area Jambaran-Tiung Biru (JTB). Selain itu, kami juga berperan sebagai non-operating partner bersama operator dalam pengelolaan wilayah kerja tersebut.

Terkait produksi, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, baik produksi kondensat maupun gas saat ini telah mendekati target yang ditetapkan. Hal ini merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan reliability fasilitas yang telah kami laksanakan. Alhamdulillah, seluruh pekerjaan perbaikan tersebut telah selesai pada periode Januari–Februari, sehingga saat ini produksi gas maupun kondensat telah kembali beroperasi pada kapasitas penuh (full capacity).,” ujar Ruby Mulyawan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat produksi gas dan kondensat saat ini telah mendekati target yang ditetapkan. Dengan performa operasi yang semakin stabil, perusahaan optimistis dapat menutup tahun dengan capaian sesuai rencana kerja.

PT Pertamina EP Cepu merupakan pengelola wilayah operasi di WK Cepu, Kabupaten Bojonegoro, sekaligus terlibat sebagai mitra non-operator dalam pengembangan lapangan migas strategis di kawasan tersebut. Salah satu aset penting yang menjadi perhatian adalah fasilitas pengolahan gas yang berperan besar dalam memasok kebutuhan energi nasional, khususnya di Pulau Jawa.

Keberhasilan mengembalikan fasilitas ke kondisi optimal dinilai penting mengingat pasokan gas dari WK Cepu memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan industri, pembangkit listrik, hingga masyarakat di berbagai wilayah Jawa.

Dengan beroperasinya fasilitas pada kapasitas penuh, kontribusi WK Cepu terhadap ketahanan energi nasional diperkirakan semakin kuat. Selain menjaga pasokan energi yang andal, pencapaian ini juga menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah dari sejumlah lapangan tua.

“InsyaAllah, berdasarkan prognosa yang kami miliki, target produksi hingga akhir tahun dapat tercapai,” kata Rubi.

Optimisme tersebut menjadi kabar baik bagi sektor energi nasional yang terus membutuhkan tambahan pasokan gas domestik guna menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi yang terus meningkat.