Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan percepatan produksi dari proyek strategis di wilayah Offshore North West Java (ONWJ).
Dalam laporan resminya kepada jajaran pemerintah dan pimpinan tinggi sektor energi, Djoko menyampaikan bahwa proyek OO-OX yang dikelola oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ telah resmi start-up produksi—bahkan dua bulan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
“Ini adalah kabar baik bagi industri migas nasional. Percepatan ini menunjukkan komitmen kuat seluruh tim dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Djoko dalam pesannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.
Proyek ini ditargetkan mampu mencapai produksi puncak sebesar:
- 3.000 barel minyak per hari (BOPD) untuk kondensat
- 21 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD)
Angka tersebut dinilai cukup signifikan dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan lifting migas nasional yang selama ini menjadi tantangan utama sektor energi.
Dalam suasana penuh optimisme, Djoko juga menyampaikan harapan agar operasional proyek berjalan aman, lancar, dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Semoga seluruh proses produksi berjalan selamat dan target dapat tercapai. Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak,” lanjutnya.
Keberhasilan percepatan proyek ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan produksi nasional. Dengan tambahan pasokan dari ONWJ, diharapkan tren lifting migas dapat terus meningkat.
Seruan semangat pun digaungkan:
“Bersama kita bisa. Lifting naik: bisa, bisa, bisa!”
Langkah cepat ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara regulator dan operator mampu menghasilkan capaian nyata, bahkan melampaui target waktu yang telah ditetapkan.


