Progres Pembangunan Terminal Terpadu Palaran Lampaui Rencana, Elnusa Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga terus mendorong pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek strategis tersebut kini memasuki milestone baru melalui Groundbreaking Pemasangan Tiang Pancang Perdana yang dilaksanakan pada Rabu (26/8). Dimulainya pekerjaan tiang pancang menandai berlanjutnya proyek ke fase konstruksi sekaligus memperkuat peran Elnusa dalam menghadirkan solusi EPC terintegrasi dari tahap engineering, procurement, konstruksi hingga kesiapan operasional fasilitas, guna menjaga Ketahanan Energi Nasional, khususnya dalam mendukung keandalan dan kelancaran distribusi energi di Kalimantan Timur.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyampaikan bahwa pemasangan tiang pancang perdana menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Terminal Terpadu Palaran.

“Pemasangan tiang pancang perdana menjadi milestone penting yang menunjukkan pembangunan Terminal Terpadu Palaran terus bergerak sesuai arah yang direncanakan. Kami memastikan setiap tahapan proyek dijalankan melalui disiplin eksekusi yang kuat dengan tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan, sehingga infrastruktur ini nantinya dapat memberikan manfaat optimal bagi keandalan rantai pasok energi nasional, khususnya di Kalimantan Timur,” ujar Andri.

Hingga 25 Agustus 2026, pelaksanaan pembangunan Terminal Terpadu Palaran mencatat progres yang melampaui rencana. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi pelaksanaan pekerjaan yang dikawal melalui koordinasi dan pengendalian proyek secara disiplin. Sebagai pimpinan konsorsium Engineering, Procurement, and Construction (EPC), Elnusa mengorkestrasikan kapabilitas proyek secara terintegrasi, mulai dari engineering dan process safety, pengadaan material serta peralatan strategis, konstruksi multidisiplin, hingga nantinya testing, commissioning, sertifikasi, dan pemeliharaan fasilitas. Seluruh tahapan tersebut dikawal dengan memperhatikan aspek waktu, biaya, lingkup pekerjaan, kualitas, serta tingkat pengembalian sesuai prinsip OTOBOSOROR (On Time, On Budget, On Scope, On Return, and On Regulation).

Sejalan dengan perkembangan pekerjaan, Elnusa menempatkan standar tinggi pada aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui keterlibatan aktif manajemen untuk melihat langsung kondisi operasional, memastikan kesiapan peralatan dan personel, kelengkapan dokumen serta sertifikasi, hingga efektivitas pengendalian risiko pada aktivitas kritikal, termasuk pekerjaan pemasangan tiang pancang.

“Progres yang lebih cepat dari rencana menjadi capaian positif, namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Tidak ada target jadwal maupun pencapaian proyek yang lebih penting daripada memastikan setiap pekerja menjalankan aktivitasnya dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, progres proyek harus selalu berjalan beriringan dengan operational excellence dan disiplin HSSE,” tambah Andri.

Terminal Terpadu Palaran dirancang sebagai infrastruktur distribusi energi terintegrasi yang mencakup pembangunan 12 tangki penyimpanan BBM dengan total kapasitas 37.500 kiloliter, fasilitas jetty berkapasitas 7.500 DWT, sistem perpipaan terintegrasi, fasilitas truck loading, Terminal Automation System (TAS), fasilitas HSSE, serta berbagai sarana penunjang operasional lainnya. Ketika beroperasi, fasilitas ini diharapkan meningkatkan keandalan dan efisiensi rantai pasok energi di Kalimantan Timur, termasuk dalam mendukung kebutuhan energi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rangkaian groundbreaking turut dilengkapi dengan doa bersama dan santunan kepada anak yatim sebagai ungkapan syukur serta harapan agar pembangunan Terminal Terpadu Palaran dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Didukung infrastruktur logistik terintegrasi yang mencakup jaringan pipa Balikpapan-Samarinda, jetty, dan fasilitas truck loading, proyek ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat fleksibilitas dan efisiensi rantai pasok energi regional. Bagi Elnusa, pengembangan Terminal Terpadu Palaran menegaskan komitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional dan menghadirkan kapabilitas jasa energi terintegrasi yang menghubungkan infrastruktur, teknologi, dan keunggulan operasional sebagai bagian dari kontribusi dalam membangun infrastuktur energi Indonesia yang semakin andal dan berkelanjutan.