PTK Perkuat Layanan Shipping dan Marine Services Nasional Berbasis Strategi Risiko

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bogor, ruangenergi.com — Di tengah meningkatnya kompleksitas operasional logistik maritim nasional, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat layanan shipping dan marine services melalui penerapan strategi bisnis berbasis risiko. Langkah ini diwujudkan melalui workshop manajemen risiko dan investasi yang digelar pada 15–17 April 2026 di Bogor, sebagai bagian dari upaya perusahaan memastikan setiap keputusan operasional dan investasi dilakukan secara terukur, adaptif, dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu entitas kunci dalam ekosistem marine logistics nasional, PTK berperan dalam Integrated Maritime Solutions, sebagai Support Vessel Provider, Marine Services, Port Operation Service, dan Shorebase serta dukungan operasional pelabuhan untuk menjamin kelancaran arus logistik energi dan non-energi. Dengan skala operasional yang luas dan kompleks di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, PTK menyadari bahwa pendekatan konvensional tidak lagi memadai. Karena itu, strategi berbasis risiko menjadi kunci untuk meningkatkan ketahanan operasional sekaligus menjaga keandalan layanan shipping dan marine services.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba, menegaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap risiko menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan perusahaan.

“Shipping dan marine services bukan hanya soal operasional di laut dan pelabuhan, tetapi tentang bagaimana kita mengambil keputusan yang tepat di tengah ketidakpastian. Melalui strategi berbasis risiko, kami memastikan setiap langkah bisnis memiliki dasar yang kuat, terukur, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Penerapan strategi ini mengacu pada standar internasional ISO 31000:2018, yang menekankan integrasi manajemen risiko dalam seluruh proses bisnis. Dengan pendekatan ini, PTK tidak hanya berupaya meminimalkan potensi gangguan operasional seperti keterlambatan layanan atau hambatan di pelabuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan agar lebih presisi, responsif, dan selaras dengan kebutuhan pelanggan.

Bagi pelanggan dan mitra bisnis, penguatan strategi berbasis risiko ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan keandalan layanan shipping dan marine services. Proses operasional menjadi lebih terencana, potensi keterlambatan dapat ditekan, serta standar keselamatan dan efisiensi semakin meningkat. Hal ini menjadi nilai tambah penting, khususnya bagi sektor industri yang sangat bergantung pada kelancaran logistik maritim.

Di sisi lain, masyarakat juga merasakan manfaatnya melalui sistem logistik maritim yang lebih stabil dan terkendali. Dengan pengelolaan risiko yang lebih sistematis, kelancaran distribusi logistik nasional dapat terjaga, sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Ke depan, PTK akan terus mengintegrasikan manajemen risiko sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan. Melalui pendekatan ini, PTK optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan shipping dan marine services yang andal, adaptif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendukung sistem logistik maritim nasional.