SKK Migas Dorong Revolusi Sumur Rakyat, Minyak Kini Bisa Bongkar Muat Malam Hari

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Mekkah, Saudi Arabia, ruangenergi.com-Upaya meningkatkan produksi minyak nasional kini mulai menyentuh sumur-sumur minyak masyarakat. Kabar menggembirakan datang dari wilayah Sumatera Selatan, setelah PT Pertamina EP Ramba Field resmi mengizinkan proses unloading atau bongkar minyak mentah pada malam hari demi mempercepat pengaliran crude oil dari sumur rakyat.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut kebijakan ini sebagai langkah penting untuk mendukung percepatan lifting minyak nasional sekaligus memberi ruang lebih besar bagi keterlibatan masyarakat melalui koperasi, BUMD, dan UMKM sektor migas.

“Alhamdulillah, KKKS PT Pertamina Ramba Sunsel saat ini sudah mengizinkan unloading minyak pada malam hari dengan aman dan selamat, sehingga pengaliran minyak mentah dari sumur masyarakat tidak tertunda terlalu lama,” ujar Djoko Siswanto dalam laporannya, Kamis (28/5/2026) seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.

Sebelumnya, aktivitas bongkar minyak di sejumlah wilayah operasional Pertamina dibatasi hanya sampai pukul 17.00 dengan pertimbangan keselamatan kerja (safety). Namun setelah melalui evaluasi dan penerapan prosedur keamanan yang ketat, kini pengiriman minyak rakyat dapat dilakukan lebih fleksibel.

Momentum penting itu ditandai dengan pengaliran perdana minyak mentah dari Koperasi Rizki Bersama Sejahtera (RBS) pada 26 Mei 2026. Sebanyak lebih dari 137 barel crude oil berhasil dialirkan ke Pertamina Ramba Field.

Djoko mengungkapkan, keberhasilan ini menjadi simbol dimulainya integrasi produksi sumur masyarakat ke sistem energi nasional secara lebih tertata dan legal.

“Kami terus berdoa, baik di Mekah, Arafah maupun Mina, agar minyak mentah dari sumur masyarakat dapat terus dialirkan ke kilang-kilang dalam negeri melalui kerja sama BKU, koperasi, UMKM, KKKS, dan Pertamina,” katanya.

Menurut data SKK Migas, terdapat sekitar 45 ribu sumur masyarakat di berbagai daerah yang berpotensi mendukung peningkatan produksi minyak nasional apabila dikelola melalui pola kemitraan yang baik.

Pemerintah berharap kolaborasi antara Badan Kerja Sama Usaha (BKU), KKKS, koperasi, dan masyarakat dapat menjadi solusi strategis untuk mendongkrak target produksi minyak nasional dalam APBN 2026 sebesar 610 ribu barel per hari (BOPD).

Selain membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik, langkah ini juga diharapkan mampu menekan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Insya Allah bersama kita bisa. Lifting naik, bisa… bisa… bisa,” tutup Djoko penuh optimisme.

Laporan tersebut disampaikan Djoko Siswanto saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.