SKK Migas Jalin Kerja Sama dengan Kejagung RI

Jakarta, ruangenergi.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) guna menyelesaikan masalah-masalah hukum di industri hulu migas.

Langkah ini untuk menjaga iklim kepastian bisnis dan menjaga penerimaan negara di sektor hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Kerjasama tersebut diformalkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) terkait penanganan masalah-masalah yang menyangkut SKK Migas sebagai perwakilan negara di sektor hulu migas.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, mengungkapkan, penandatanganan dilakukan secara terpisah, mengikuti protokol Covid-19.

“Dalam hal menjalankan tugas dan pengambilan keputusan, tentu SKK Migas tidak terlepas dari permasalahan hukum. Dengan adanya kerjasama dengan pihak JAMDATUN, SKK Migas berharap akan mendapatkan dukungan dalam mengatasai permasalahan atau gugatan hukum dari pihak lain sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian industri hulu migas serta kerugian lain,” ungkap Susana di Jakarta (07/10).

Susana menambahkan, saat ini SKK Migas mengelola aset hulu migas negara yang bernilai Rp 841 Triliun, dimana terdapat ribuan kontrak setiap tahun beserta implementasinya.

“Dari ribuan kontrak tersebut, terdapat beberapa perselisihan dengan pihak ketiga yang akhirnya berujung pada gugatan di jalur hukum. Karena SKK Migas memiliki keterbatasan sumber daya manusia, maka kami melihat kerjasama ini menjadi jalan keluar terbaik bagi Negara. Tantangan kami saat ini adalah meningkatkan produksi migas, sehingga melalui kerjasama ini SKK Migas dapat mengalokasikan sumber daya secara tepat dan optimal,” imbuhnya kembali.

Kerjasama SKK Migas dan JAMDATUN ini, kata Susana, merupakan hal yang tepat karena kedua institusi tersebut memiliki kepentingan yang sama yakni mengutamakan kepentingan Negara sesuai di bidangnya masing-masing. JAMDATUN adalah Jaksa Pengacara Negara yang memiliki sumber daya profesional dalam bidangnya.

BACA JUGA  Tumbur Parlindungan: Urusan Migas Dilakukan Pemerintah Pusat

Ada 8 (delapan) Lingkup Kerjasama

Lebih jauh, ia menjelaskan, terdapat 8 (delapan) ruang lingkup kerjasama dalam PKS yang keseluruhannya menitikberatkan pada kerjasama antara kedua belah pihak dalam menyelesaikan permasalahan hukum di hulu migas. SKK Migas optimis dengan kerjasama ini dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dalam mengatasi perkara-perkara hukum di hulu migas.

“Langkah awal implementasi kerjasama ini adalah peningkatan aspek kompetensi sumber daya manusia, pembekalan dan peningkatan pengetahuan dalam mendukung kerjasama ini menjadi sangat penting. Untuk itu SKK Migas dalam waktu dekat akan segera menyusun kegiatan pelatihan bersama JAMDATUN,” tandas Susana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *