SKK Migas Pastikan Petrochina Jabung Ltd Menunggu Kepastian Perpanjangan Kontrak 2023

Jakarta,ruangenergi.com-Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto memastikan kontraktor kontrak kerjasama (K3S) Petrochina Jabung Limited (Ltd) berkomitmen untuk tetap ada di Indonesia.

Saat ini Petrochina Jabung Ltd menunggu kepastian extension (perpanjangan kontrak) tahun 2023. Namun, perusahaan itu masih menahan diri untuk melakukan kegiatan.

“WK Jabung sedang menunggu kepastian extension 2023.Mereka sementara ini menahan investasi.Namun sudah ada 2 (dua) rencana plan of development (PoD) yang kita harapkan dan juga manajemen (Petrochina Jabung Ltd) sudah komit untuk tahun depan,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di sela-sela konferensi pers Lifting 700 Banyu Urip.

Dalam catatan ruangenergi.com,PetroChina International Jabung Ltd berjanji akan mengembangkan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru di Blok Jabung. Di tengah anjloknya harga minyak dunia, PetroChina berkomitmen tinggi untuk melanjutkan proyek pengeboran yang telah diusulkan dan disetujui oleh SKK Migas.

Pada 2016, PetroChina berencana mengebor setidaknya dua sumur eksplorasi Tiung-3 dan NEB Ext-1. Pengeboran Tiung-3 sudah dimulai sejak awal tahun ini, sedangkan NEB Ext-1 diproyeksikan segera mendapatkan izin operasi.

“Kegiatan eksplorasi di dua sumur ini menunjukkan komitmen PetroChina untuk terus mengembangkan Blok Jabung, meski menghadapi penurunan harga minyak dunia,” kata General Manager Jabung Song Zhizong.

Kemudian, ketika konferensi pers virtual Kinerja Q1 yang diselenggarakan pada 26 April 2021, SKK Migas melaporkan bahwa rata-rata produksi nasional per hari hingga akhir Maret 2021 mencapai 1.885 MBOEPD, yang terdiri dari minyak 679,5 MBOPD dan penjualan gas 6.748 MMSCFD. Total lifting migas mencapai 1.665,25 MBOEPD atau 95,9 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2021.

BACA JUGA  PHKT Siap Bor Kerindingan

Sebagai operator Blok Jabung, PetroChina Jabung mencatat rata-rata produksi minyak harian sebesar 14.760 BOPD, atau 92,3 persen dari target APBN; dan penjualan gas sebesar 171 MMSCFD, realisasi 94,7 persen dari target tahun ini. Angka tersebut menempatkan PetroChina pada posisi ketujuh produsen minyak utama dan peringkat kedelapan produsen penjualan gas di antara kontraktor bagi hasil (PSC) lainnya di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *