Ilustrasi tumpahan minyak

SKK Migas Pastikan Tumpahan Minyak Bukan Dari PHE ONWJ

Jakarta,Ruangenergi.com-SKK Migas mengatakan sampai sejauh ini hasil survey dan inspeksi di Lapangan Migas ONWJ maupun OSES yang dimikiki oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melihat tumpahan minyak bukan berasal dari fasilitas mereka.

Hal ini juga dibuktikan dengan simulasi modelling oil spill (backtracking).

“Pada bulan-bulan tertentu pada saat arus laut menuju ke L. Jawa kadang-kadang mengalami kejadian serupa (unknown source spill). Namun untuk verifikasi, PHE tetap melakukan sampling & analisis dari tumpahan minyak tersebut,” kata petinggi SKK Migas kepada ruangenergi.com,Jumat (16/10/2020) di Jakarta.

Terpisah Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Wishnu Bahariansyah mengatakan sudah normal kembali situasi di ONWJ.

“Alhamdulillah sejak kemarin (Kamis 15/10/2020) sudah normal kembali,”ujar Wishnu kepada ruangenergi.com,Jumat (16/10/2020).

Merespons laporan ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Anak Perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dan Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) melakukan pengecekan sejumlah fasilitas yang berada di Perairan Kepulauan Seribu.

Corporate Secretary PHE Whisnu Bahriansyah menyampaikan “Setelah mendapatkan informasi, PHE langsung melakukan pantauan udara untuk mengecek kondisi perairan Kepulauan Seribu. Dari pantauan udara per tanggal 14 Oktober 2020, tampak sejumlah titik oil spill di sekitar Pulau Panggang, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa. Dimana titik tersebut berdekatan dengan jalur pipeline fasilitas Zulu – Papa milik PHE ONWJ “
Whisnu menambahkan, meski belum diketahui asal sumber spill, namun PHE ONWJ bergerak cepat mengirimkan sejumlah kapal untuk mendekat ke titik-titik spill, untuk melakukan upaya pembersihan dan menghalau spill ke arah pulau.

BACA JUGA  BPH Migas: BU Penugasan Wajib Kendalikan Penyaluran BBM

“Kami secara proaktif berkoordinasi dengan stakeholders terkait, dalam hal ini adalah masyarakat pulau Panggang & Pulau Pramuka, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, KSOP Kepulauan Seribu dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.”

Secara paralel, PHE ONWJ juga telah mematikan fasilitas Zulu sejak jam 17.00 WIB untuk sementara waktu, sambil melihat kondisi perairan besok pagi.

Sementara itu, PHE OSES juga aktif melakukan pengecekan fasilitas di Central Business Unit (CBU) dan sekitar Zelda Platform untuk memastikan apakah ada kebocoran pipa atau tidak. Di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Tim PHE OSES juga melakukan pembersihan bersama perwakilan masyarakat setempat.

Whisnu menegaskan, bila memang hasil laboratorium menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian, maka Pertamina Hulu Energi tentunya peduli dan bertanggung jawab atas dampak yg dialami masyarakat serta lingkungan dengan sebaik- baiknya.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *