SKK Migas Umumkan Hasil Positif DST Sumur Eksplorasi Offshore Kaltim

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com —  Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan hasil menggembirakan dari pelaksanaan Drill Stem Test (DST) sumur eksplorasi di wilayah offshore Kalimantan Timur.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Menteri dan Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, serta jajaran pimpinan terkait pada Kamis (7/5/2026), Djoko menyebut satu sumur yang diuji menghasilkan aliran gas sebesar 200 MMSCFD dan kondensat 12.000 barel per hari (BOPD).

“Hasil DST sangat menggembirakan sesuai prediksi awal,” tulis Djoko dalam laporannya bercerita kepada ruangenergi.com.

Berdasarkan hasil tersebut, pengembangan lapangan diperkirakan cukup dilakukan dengan lima sumur produksi dalam satu platform anjungan lepas pantai. Dengan skema tersebut, total produksi lapangan diproyeksikan mencapai 1.000 MMSCFD gas dan 60.000 BOPD kondensat.

SKK Migas memperkirakan cadangan lapangan mencapai sekitar 5 TCF. Proses sertifikasi cadangan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan melalui lembaga seperti Lemigas Kementerian ESDM atau LAPI ITB.

Setelah sertifikasi, proyek akan memasuki tahap perencanaan pengembangan lapangan, meliputi desain fasilitas produksi, jumlah sumur pengembangan, platform offshore, hingga kajian keekonomian proyek.

Nilai investasi pengembangan lapangan diperkirakan mencapai sekitar USD 8 miliar. Selain itu, proyek juga diproyeksikan membutuhkan investasi tambahan sekitar USD 1 miliar untuk reaktivasi kilang LNG idle di Bontang.

SKK Migas menyebut proyek tersebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah dan nasional, serta kenaikan penerimaan negara dan daerah.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek ini ditargetkan minimal 50 persen.

SKK Migas bersama operator lapangan, ENI dan Petronas, menargetkan lapangan mulai berproduksi pada 2029.

Produksi gas dan kondensat dari lapangan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi nasional.